Posted in Uncategorized

Alasan Mengapa Traveling Bisa Membuka Pikiran

Mark Twain pernah mengatakan bahwa traveling seperti revolusi mental bagi seseorang. Traveling disamakan seperti obat yang menyembuhkan pikiran yang tertutup. Seorang traveler memang pasti akan memiliki pandangan yang mendunia dan perbedaan akan dilihat sebagai sesuatu yang alami.

via yogajournal.com

Traveling berarti kamu akan bepergian dan terpapar dengan berbagai budaya yang berbeda dari tempat tinggalmu. Kamu akan melihat dan mengalami sendiri apa yang hanya dapat kamu lihat sebelumnya dari internet atau berita. Kamu akan bisa menciptakan relasi dengan hal-hal yang berbeda darimu dan menyadari bahwa semua budaya itu indah. Kamu juga akan bertemu dengan orang-orang baru yang akan memberimu perspektif baru dan kamu akan lebih mudah untuk menerima pemikiran yang memudahkan revolusi mental.

eternalarrival.com

Dengan keluar dari zona nyamanmu dan mengeksplorasi dunia, kamu akan mengatasi ketakutanmu pada tempat dan situasi baru. Sedangkan pikiran yang sempit dan kebencian akan perbedaan sebenarnya lahir dari rasa takut akan perbedaan itu sendiri. Dengan bepergian, kamu akan membuktikan sendiri bahwa ketakutan-ketakutanmu tidak terbukti. Traveling juga membuat seseorang lebih bahagia, dan orang yang bahagia akan mampu berpikir lebih bijak. Simpel kan?


Posted in Uncategorized

Keunikan Kuliner Kota Kupang

Selama perjalanan di Kupang, ada satu hal yang sangat membekas di ingatan saya. Hidangan ikannya.

Sejauh pengalaman saya mengikuti seminar atau training saat dinas kantor di luar kota, makan siang selalu dihidangkan ala buffet. Di tiap daerah, pasti akan ada hidangan khas yang diselipkan pada meja buffet. Namun, biasanya tidak akan terlalu mencolok mata.

Kali ini saya benar-benar tertarik. Di meja, teronggok ikan besar dengan gigi-gigi tajam menyerupai ikan prehistorik. Tentu saja saya tidak buang waktu untuk ambil foto banyak-banyak dengan kamera saya. Sampai akhirnya diperhatikan oleh para peserta pelatihan yang menunggu saya selesai foto-foto. Mereka memang ramah.

Saya jadi makin tertarik untuk berburu makanan khas Kupang. Akhirnya, di hari terakhir, dengan hanya beberapa jam saya berkeliling untuk membeli dan merasakan hidangan kuliner khas Kupang. berikut beberapa hidangan yang saya cicipi dan akhirnya saya bawa pulang sebagai oleh-oleh:

Se’i adalah daging asap yang khas berasal dari Propinsi Nusa Tenggara Timur. Daging dimasak dengan kayu bakar yang berjarak jauh, sehingga bukan lidah api yang mematangkan daging, melainkan asap panas. Terdapat se’i dari daging sapi dan daging babi, bahkan akhir-akhir ini terdapat juga se’i dari daging ikan. Apabila baru diasap, daging ini bisa langsung dimakan dengan mengirisnya tipis. Namun apabila daging ini telah disimpan beberapa hari, maka harus digoreng kembali, atau dimasak dalam tumisan bunga pepaya dan sayur-mayur lain.

asoka-babi-se-i-kupang-2

Gula lempeng khas Kupang bisa dimakan seperti permen atau digunakan untuk menikmati kopi dan teh. Gula ini menarik untuk dibeli karena cara membuatnya yang masih tradisional dan rasanya yang berbeda dengan gula jawa yang biasa saya beli.

nira-4.jpg

Tidak lupa saya juga membeli beberapa kacang kenari yang rupanya cukup populer di kawasan Indonesia Timur termasuk Kupang. Selain itu, berbagai kudapan dan kue kering berbahan kenari pun tidak lupa saya beli. Rasanya legit dan enak.

257925_76286aa7-fcd3-4804-a38c-2d74a79404c0.jpg

Puas sudah berburu makanan khas Kupang, akhirnya saya rela pulang ke Jakarta. Sebenarnya masih sangat kurang perjalanan saya kali ini ke Kupang. Dari cerita orang setempat, masih banyak yang bisa dicoba. Terutama ikan-ikan besar lain seperti yang saya makan di saat lokakarya. Ah tak mengapa. Lain kali pasti saya akan datang lagi ke Kupang.


 

Posted in Uncategorized

Kupang: Paduan Urban dan alam di Indonesia Timur

Waktu pertama kali diberi kabar kalau saya akan dikirim ke kota Kupang, ingin rasanya teriak senang. Akhirnya bisa menjejakkan kaki ke Indonesia bagian timur.

Berbekal googling di internet dan tanya-tanya teman kantor yang sudah pernah ke Kupang, akhirnya saya berhasil merencanakan jalan-jalan singkat di tengah perjalanan dinas.

Kami berangkat pagi-pagi sekali dari bandara. Untungnya cuaca terang dan matahari bersinar. Mendekati kota Kupang, kami dapat melihat garis pantai pulai Dewata Bali bergerak menuju NTT.

Tiba di bandara, kami dijemput oleh mobil dinas pemerintah daerah yang mengantarkan kami ke wisma tempat kami menginap. Sepanjang jalan kami melihat pemandangan yang jauh lebih sepi dari di pulau Jawa.

Sampai di kota Kupang hari masih siang dan training belum dimulai. Tentu saja saya dan beberapa rekan kerja tidak membuang waktu untuk pergi keluar dan mengunjungi pantai yang terletak dekat dengan wisma.

Saat kami tiba di pantai, terlihat pemandangan yang tidak biasa. Pantai bersih dengan laut biru yang biasanya hanya ada di tempat-tempat yang jauh dari peradaban di sini langsung bersinggungan dengan kota. Jalan yang relatif sibuk langsung berpotongan dengan pantai.

Kupang_lighthouse_and_anchorage.jpg

Di sepanjang pantai dapat jeals terlihat binatang dan bebatuan yang ada di dalam air. Pantai di kota Kupang ini memang pantai batu.

Tak lama kami menikmati pemandangan yang mempesona, tiba-tiba salah satu rekan berteriak, “Hey lihat! National Geographic!”. Penasaran kami semua berkecipak-kecipuk berlarian di pantai menuju rekan kami itu. Ketika kamu temuka, dia sedang menunjuk ke satu arah di laut dangkal tempat kami bermain air. Ternyata tidak salah dia berteriak.

Di tempat yang dia tunjuk, kami bisa melihat terumbu karang lengkap dengan biota alam yang manpak damai berenang-renang di anataranya. Dapat terlihat ikan badut dan beberapa ikan transparan kecil. Sekelumit National Geographic kami menyebutnya. Cantik sekali.

 

rimg0167

Tentu saja untuk menghormati alam, kami sama sekali tidak menyentuh sekelumit surga bawah air tersebut. Namun kami puas berfoto bersama Nemo.

Tidak puas, dan masih ada waktu sampai malam hari waktu kami beristirahat untuk melanjutkan kerja keesokan harinya, kami memutuskan melanjutkan jalan-jalan ke kota. Di Kupang, setidaknya di daerah yang saya tempati hanya lewat satu jurusan angkot. Angkot yang mengantarkan bolak-balik di satu jalan tersebut.

Kota Kupang merupakan kotamadya dan sekaligus ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur. Namun jangan bayangkan seperti kota Jakarta atau kota-kota besar lain. Kota Kupang adalah kota yang terasa kecil dan damai. Orang-orangnya sangat sopan dan ramah.

Kami hanya memiliki waktu hari ini dan beberapa jam sebelum pulang. Maka kami tidak dapat bepergian terlalu jauh. Namun kami cukup puas berkeliling kota Kupang dan berbelanja cendera mata di beberapa toko cendera mata dan supermarket yang menjual makanan khas NTT.

Salah satu cendera mata yang sebenarnya ingin saya beli adalah tenunan khas Kupang. Namun harganya yang mahal mengurungkan niat saya.  Pasalnya saya bukan pecinta kain. Takutnya kain cantik tersebut malah hanya akan menjadi penghuni lemari.

Satu hal yang unik dari kota Kupang dan umum di hampir semua Indonesia Timur adalah cara orang setempat memanggil perempuan. Jika masih muda makan akan dipanggil nona. Jika sudah agak berumur maka akan dipanggil mama. Kami senyum-senyum saja ketika salah seorang rekan kerja tercengan ketika dipanggil mama.

Di akhir perjalanan dinas, kami hanya sempat berkeliling pantai sejenak untuk mengucapkan sampai jumpa. Dengan harapan, suatu hari kami dapat berkunjung kembali ke kota Kupang dengan pantai indahnya.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs jadimandiri.org

Posted in Uncategorized

Kini Mama-Mama Papua Bisa Memasak dengan gas Bumi

Mulai 29 Februari 2016, PGN mengaliri gas bumi ke 3.898 rumah tangga di Sorong, Papua Barat. Artinya para mama, panggilan akrab ibu-ibu di Papua, sudah bisa memasak memakai bahan bakar gas bumi yang bersih, efisien dan tak impor.

Bupati Sorong, Stepanus Malak turut meresmikan penyaluran gas bumi OGN ke rumah warga ini, di Kantor Kelurahan Malawele, Sorong, Papua. Stepanus menyakini, dengan keberadaan jaringan gas bumi ini, bisa mendorong perekonomian masyarakat di Sorong karena gas bumi jauh lebih murah daripada tabung LPG apalagi minyak tanah. Hal ini akan memberikan penghematan bagi warga dan mendorong kehidupan ekonomi yang lebih baik.

Stepanus meminta masyarakat di Sorong turut serta menjaga infrastruktur khususnya jaringan gas bumi rumah tangga ini. Kalau ada kebocoran, ia menginatkan agar warga segera hubungi PGN.

Di tempat yang sama, Business Unit Head Gas Products PGN, Wahyudi Anas menambahkan, PGN akan menyalurkan gas bumi ke 3.898 rumah warga di 5 kelurahan di Sorong, yakni Kelurahan Malawili, Malawele, Mariat Pantai, Klabinain, dan Aimas.

Proyek jaringan gas bumi adalah infrastruktur yang dibangun pemerintah melalui Kementerian ESDM. Kemudian berdasarkan Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 3337 K/12/MEM/2015 tanggal 10 Juli 2015, pemerintah menugaskan PGN untuk mengoperasikan jaringan gas bumi tersebut.

Pasokan gas buminya berasal dari Petrogas (Basin) dengan volume 0,2 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Pasokan gas sebanyak ini jumlahnya sangat cukup untuk 3.898 rumah, bahkan bila digunakan seharian, masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan gas.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Posted in Uncategorized

Program Penyaluran Gas Bumi Sayang Ibu: kado PGN untuk Ibu

PGN berkomitmen untuk terus memperluas jaringan gas bumi sebagai energi baik, terutama untuk penggunaan rumah tangga. Melalui Program PGN Sayang Ibu, mengingat perayaan hari Ibu kemarin, rasanya tidak heran jika PGN semakin menggenjot programnya yang satu ini.

Salah satu wilayah yang telah mendapatkan manfaat energi baik gas bumi PGN adalah Kota Medan, Sumatera Utara. Saat ini ada 20 ribu rumah tangga di kota ini yang memasak menggunakan bahan bakar gas bumi.

Banyak manfaat yang dirasakan rumah tangga dengan memasak menggunakan gas bumi. Salah satunya seperti diutarakan Aisyah, warga Perumahan Beringin VIII, Gaperta Medan.

Aisyah adalah salah seorang ibu rumah tangga yang sudah menjadi pelanggan PGN selama 5 tahun terakhir. Selama memasak pakai gas bumi ia mengaku semuanya aman. Tidak ada kekhawatiran meledak, apinya biru dan masakan cepat matang. Dia menambahkan, manfaat paling dirasakannya adalah hemat karena setiap bulan dirinya hanya membayar tagihan pemakaian gas bumi kurang dari Rp 50 ribu per bulan.

Ibu dua anak ini menambahkan lagi, keuntungan lainnya masak pakai gas bumi yakni tidak perlu khawatir kehabisan gas. Apalagi PGN aktif melakukan sosialisasi cara penggunaan gas bumi, bagaimana cara menanggulanginya bila terjadi kebocoran.

Kepala Area PGN Medan Sabaruddin mengatakan, PGN terus berkomitmen untuk memperluas pemanfaatan gas bumi. Di Medan misalnya, selain melayani pelanggan rumah tangga, PGN juga mengalirkan gas bumi bagi berbagai segmen mulai dari UKM, komersial (rumah sakit, mal) dan industri. Hingga akhir Januari 2016 panjang pipa  yang dimiliki PGN lebih dari 6.971 km.

PGN telah mengalirkan gas bumi bagi lebih dari 107 ribu rumah tangga. Adapun pelanggan industri dan pembangkit listrik mencapai 1.529 , komersial  dan Usaha Kecil Menengah sebanyak 1.857 pelanggan. PGN menyalurkan gas bumi mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu pada 2016 ini PGN juga mendapatkan penugasan dari Kementerian ESDM untuk membangun sebanyak 49.000 jargas rumah tangga.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Posted in Uncategorized

Tangerang: Kota Industri Dengan Dukungan Gas Bumi

PGN terus berkomitmen mengembangkan jaringan pipa gas bumi di Indonesia. Kali ini wilayah Tangerang, Banten, turut menikmati realisasi dari komitmen PGN.

Perluasan jaringan energi baik ini kini makin agreasif tersebar di Tangerang. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan penyambungan konsumen baru.

Sales Area Head PGN untuk Tangerang Sonny R. Abdi mengatakan, PGN telah mengembangkan jaringan pipa gas bumi di setiap kawasan industri di wilayah Tangerang. Jaringan tersebut tiap tahunnya akan terus ditambah.

PGN ingin semua wilayah di Tangerang mendapat akses gas bumi. Alasannya, pengembangan jaringan tersebut memang sesuai dengan permintaan yang ada. Ke depannya akan mencakup ke Bintaro, pada satu dua tahun ke depan. Semua kawasan Tangerang akan dibangun jaringan pipa, seperti Bitung, Cikande, Tigaraksa.

Selain kawasan industri, PGN juga mengembangkan jaringan gas bumi untuk rumah tangga. Pada tahun ini PGN telah menambah seribu jaringan gas rumah tangga.Tahun ini sudah dilakukan pengembangan seribu sambungan, yang sudah ada sudah sekitar 2.000 sambungan dan bertambah 1.000 tahun ini.

Secara nasional, PGN menyalurkan gas bumi ke lebih dari 116.600 pelanggan rumah tangga. Selain itu, 1.900 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.580 industri berskala besar dan pembangkit listrik.

PGN telah memiliki dan mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 7.200 km atau 78 persen pipa gas bumi nasional. Adapun wilayah operasi PGN mulai dari Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara hingga Papua Barat.

PGN juga telah meresmikan proyek pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga di area Tangerang, Banten. Melalui pembangunan fasilitas jaringan distribusi gas ini akan lebih banyak masyarakat yang menikmati manfaat gas bumi sebagai energi baik yang ramah lingkungan, aman dengan harga terjangkau.

Peresmian proyek pipa gas rumah tangga ini dilaksanakan di Perumnas II Karawaci, Kelurahan Kelapa Dua, Karawaci, Tangerang. Hadir dalam peresmian ini, Direktur SDM dan Umum PGN Hendi Kusnadi, General Manajer SBU I Suko Hartono, Pemerintah Kabupaten Tangerang, DPRD Kabupaten Tangerang dan warga.

Pembangunan pipa distribusi gas rumah tangga di Tangerang ini merupakan bagian dari Gerakan PGN Sayang Ibu. Melalui gerakan ini PGN menargetkan pembangunan jaringan pipa rumah tangga hingga satu juta satuan sambungan yang dimulai pada tahun ini dan berkesinambungan di tahun-tahun selanjutnya.

PGN Area Tangerang memiliki dan mengoperasikan pipa sepanjang 75,8 kilometer yang ditujukan untuk melayani pelanggan rumah tangga dan komersial. Peningkatan pelayanan dan pengembangan jaringan distribusi gas ini merupakan bagian dari upaya PGN untuk mendukung program transformasi energi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Gas Bumi.

Untuk tahun ini, PGN menganggarkan dana USD200 juta atau sekitar Rp2,4 triliun untuk pembangunan jaringan pipa gas baru di berbagai wilayah Indonesia. Melalui pembangunan jaringan baru ini diharapkan akan lebih banyak rumah tangga yang menikmati gas bumi yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan aman.

Selain untuk rumah tangga, industri dan komersial, PGN juga membangun infrastruktur gas untuk transportasi. Tahun ini, PGN akan membangun 16 SPBG dan MRU di Jakarta, Surabaya dan Sukabumi.

Jika memakai gas bumi PGN, warga rata-rata hanya mengeluarkan uang langganan sebesar Rp40.000. Bandingkan dengan memakai gas elpiji yang per tabung nya (ukuran 12 kilogram) harganya lebih dari Rp100.000.

Di kawasan Tangerang, beberapa perumahan sudah mendapatkan aliran gas dari PGN. Misalnya Perumnas Karawaci, Perumahan Cimone, Perumahan Harapan Kita, Perumahan Palem Semi dan beberapa perumahan lainnya sejak 1999.

Saat ini, di kawasan Tangerang sudah ada sekitar 5.520 rumah tangga dan komersial yang menikmati gas bumi dari PGN, dan direncanakan terus bertambah. Selain rumah tangga, PGN juga melayani pelanggan usaha kecil seperti rumah makan dan restoran dalam penyediaan gas bumi.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Posted in Uncategorized

Gas Bumi Menyulut Industri Tangerang

Perluasan jaringan gas bumi PGN kini makin agreasif tersebar di Tangerang. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan penyambungan konsumen baru.

Sales Area Head PGN untuk Tangerang Sonny R. Abdi mengatakan, PGN telah mengembangkan jaringan energi baik ini di setiap kawasan industri di wilayah Tangerang. Jaringan tersebut tiap tahunnya akan terus ditambah.

PGN ingin semua wilayah di Tangerang mendapat akses gas bumi. Alasannya, pengembangan jaringan tersebut memang sesuai dengan permintaan yang ada. Ke depannya akan mencakup ke Bintaro, pada satu dua tahun ke depan. Semua kawasan Tangerang akan dibangun jaringan pipa, seperti Bitung, Cikande, Tigaraksa.

Pasalnya Tangerang memang menjadi salah satu dari 3 (tiga) kota pilot project pengembangan infrastruktur gas bumi dari Perusahaan Gas Negara (PGN). Hal itu diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, di acara Peresmian Proyek-Proyek Infrastruktur Gas Bumi di Stasiun Gas Panaran, Batam, Jumat (30/1/2015).

Dalam acara tersebut, selain meresmikan instalasi gas di Rusun Manis Jaya, Menteri ESDM juga meresmikan intalasi gas di Batam dan Bogor. Rusun Manis Jaya yang terletak di Jalan Bahari, Kelurahan Manis Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, menjadi titik awal pemasangan instalasi gas di wilayah bermoto Ahlakul Karimah tersebut. Rusun Manis Jaya sendiri terdiri dari tujuh tower dan 350 kamar, di mana 336 kamar sudah terpasang instalasi pipa gas.

Walikota Tangerang, H. Arief R. Wismansyah, yang ikut menghadiri acara berharap agar instalasi pipa gas tersebut nantinya bisa menyasar daerah pemukiman lain di Kota Tangerang. Mengingat harganya sangat terjangkau oleh masyarakat, bila dibandingkan dengan konvensional gas lain semacam LPG.

Selain kawasan industri, PGN juga mengembangkan jaringan gas bumi untuk rumah tangga. Pada tahun ini PGN telah menambah seribu jaringan gas rumah tangga.Tahun ini sudah dilakukan pengembangan seribu sambungan, yang sudah ada sudah sekitar 2.000 sambungan dan bertambah 1.000 tahun ini.

Secara nasional, PGN menyalurkan gas bumi ke lebih dari 116.600 pelanggan rumah tangga. Selain itu, 1.900 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.580 industri berskala besar dan pembangkit listrik.

PGN telah memiliki dan mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 7.200 km atau 78 persen pipa gas bumi nasional. Adapun wilayah operasi PGN mulai dari Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara hingga Papua Barat.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Posted in Uncategorized

Bisnis di Bandar Lampung Makin Maju dengan Gas Bumi PGN

Pasokan gas bumi PGN ‎mendorong perekonomian di  Lampung. Saat ini ada 21 pengguna energi baik ini di wilayah tersebut. Harga gas bumi PGN jauh lebih murah ketimbang Bahan Bakar Minyak (BBM). Kondisi ini membuat biaya produksi industri pengguna gas menjadi rendah, sehingga dapat bersaing dengan industri di luar negeri.

Penggunaan gas  bumi dapat menghemat pengeluaran lantaran biaya produksi rendah. Usaha perhotelan salah satunya yang merasakan manfaaat penghematan itu. Dengan penghematan bisa mengembangkan usaha lain.

Saat PGN memasok gas bumi ke 21 pelanggan PGN terdiri dari dua unit pembangkit listrik, tiga hotel dan 16 pelanggan industri dengan rata-rata konsumsi 14 MMBTU per hari.
Konsumen menggunakan gas bumi mend‎apat banyak manfaat. Antara lain harga yang lebih murah ketimbang Bahan Bakar Minyak (BBM), pasokan lebih jauh terjamin karena penyalurannya menggunakan pipa, lebih pasti takarannya karena ada meterannya dan ramah lingkungan.

Secara nasional hingga saat ini PGN menyalurkan gas bumi ke lebih dari 116.600 pelanggan rumah tangga. Selain itu, 1.900 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.580 industri berskala besar dan pembangkit listrik.

Hingga kini, PGN memiliki dan mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 7.200 km atau 78 persen pipa gas bumi nasional. Adapun wilayah operasi PGN mulai dari Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara hingga Papua Barat.

PGN  juga turut mendukung UKM di Lampung. Sales Area Head PGN Lampung Wendi Purwanto mengatakan, saat ini PGN sedang memasang jaringan gas untuk konsumen rumah tangga di wilayah Lampung. Setelah jaring siap dialiri gas, PGN mengincar UKM sebagai konsumen utama.

Dengan mengalirkan gas ke usaha skala kecil, PGN yakin bisa ikut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Alasannya, harga gas bumi yang dipasarkan PGN lebih murah ketimbang Liquefied Natural Gas (LPG). Oleh karena itu, gas bumi bisa menciptakan pe‎nghematan bagi penggunanya.

PGN akan membangun 12 ribu sambungan jaringan gas rumah tangga yang tersebar pada delapan kecamatan di Lampung tahun depan. Hal tersebut merupakan penugasan dari Kementerian ESDM.

Pembangunan 12 ribu sambungan jaringan gas tersebut akan dimulai di awal 2017 dan selesai akhir 2017. Sumber pendanaan akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017.

Secara nasional hingga saat ini PGN menyalurkan gas bumi ke lebih dari 116.600 pelanggan rumah tangga. Selain itu, 1.900 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.580 industri berskala besar dan pembangkit listrik. PGN hingga saat ini memiliki dan mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 7.200 km atau 78 persen pipa gas bumi nasional.

Adapun wilayah operasi PGN mulai dari Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara hingga Papua Barat. (Pew/Gdn)

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Posted in Uncategorized

Gas Bumi Gratis Dukung Industri Hotel di Kota Gajah

Bandar Lampung akan mendapatkan berkah gas bumi di tahun 2017. Energi baik ini akan dialirkan secara cuma-cuma oleh PGN dengan 12 ribu sambungan gas bumi rumah tangga yang diberikan pemerintah secara gratis. Program ini merupakan perwujudan dari program PGN Sayang Ibu di kota gajah ini.

 

Gas bumi mengalir langsung dari pusatnya ke rumah warga, jadi tidak perlu takut akan kehabisan. Warga juga tidak perlu tempat penyimpanan gas. Sistemnya sama dengan air pam. Warga tidak perlu cari, selama instalasi terpasang, warga bisa terus dapatkan dan pakai gas bumi. Sama seperti air, warga juga bisa pakai dulu, baru bayar.

Harga gas bumi yang jauh lebih murah dibanding gas elpiji. Perbandingannya, jika warga memakai gas elpiji 3 kg 4 tabung habis Rp 80 ribu, maka gas bumi dengan pemakaian sama hanya bayar Rp 33.400. Begitu juga jika warga memakai gas elpiji ukuran 12 kg, jika harus bayar Rp 120 ribu, maka dengan gas bumi cukup bayar Rp 57.600.

 

Pihak PGN juga menggratiskan pemasangan 12 ribu sambungan gas bumi kepada masyarakat menengah ke bawah. Program pemasangan instalasi gratis ini merupakan program Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Mengenai keamanan pemakaian gas bumi dijelaskan, jika warga mencium bau gas, atau meteran berputar sendiri padahal gas tidak dipakai, warga cukup melakukan penutupan keran pipa saluran gas bumi di bagian luar dan dalam, buka jendela, jangan nyalakan api, turunkan listrik, dan hubungai pihak PGN.

Pasokan gas bumi juga sangat besar, sehingga belum akan habis. Baru-baru ini bahkan ditemukan cadangan gas bumi terbesar di dunia di Natuna. Cadangan gas itu bisa untuk puluhan tahun kedepan.

Hotel Batiqa di Jalan Jenderal Sudirman Bandar Lampung juga turut menikmati gas bumi PGN. Mereka sudah siap dengan segala instalasi gas bumi. Pipa berwarna kuning yang terhubung dengan dapur, mesin laundry, dan pengering seakan tak sabar dengan hadirnya gas bumi. General Manager Batiqa Hotel Lampung, Adhi Wahyu Prasetyo, menuturkan hotel di Jalan Jenderal Sudirman ini sudah membuat instalasi gas (pipa berwarna kuning) di hotelnya.

Kebutuhan gas di hotel mencapai 8% dari total pengeluaran bulanan hotel. Menurut dia, bila gas PGN sudah terpasang di hotelnya dengan harga kompetitif, bisa menurunkan room rate hotel. Saat ini hotel umumnya menggunakan tabung gas 50 kg dengan tinggi 160 cm, kalau ada gas PGN diharapkan tidak perlu lagi mengganti tabung yang merepotkan. Batiqa Hotel saat ini mengonsumsi gas untuk kebutuhan memasak restoran hotel dan laundry. Satu bulan pihaknya bisa menghabiskan 10 tabung gas atau 500 kg per bulan.

Selain itu, setiap tabungnya ada 3 kg gas yang tidak bisa naik atau tidak terpakai, artinya ada 50 kg gas yang terbuang di tabung tiap bulan kalau dalam satu bulan ada 10 pemakaian tabung. Pemakaian gas tabung dirasa repot karena harus ganti-ganti tabung. Sedangkan PGN hanya tinggal pakai dan memiliki meteran pengukurnya. Kalau gas habis di malam hari tidak mengapa nantinya karena pasokan gas tidak terputus.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

 

Posted in Uncategorized

Aliran Gas Bumi untuk kota Pahlawan

PGN menargetkan sebanyak 4.500 rumah tangga di Surabaya dan Gresik dapat menikmati gas bumi untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Saat ini jumlah rumah tangga di kedua wilayah tersebut yang telah memanfaatkan energi baik ini mencapai 14.838 rumah tangga.

Sales Area Head PGN Area Surabaya-Gresik Misbachur Munir mengatakan‎ untuk memperluas jaringan gas ke pelanggan rumah tangga, PGN memiliki program bernama Sayang Ibu. Untuk wilayah Surabaya-Gresik, program tersebut menargetkan tambah 4.500 rumah tangga yang teraliri gas pada tahun ini.

Program Sayang Ibu telah diluncurkan sejak Maret 2014 lalu di Perumnas Klender, Jakarta Timur. Melalui program ini, PGN ini meneruskan energi baik yang dimiliki oleh perusahaan plat merah tersebut kepada seluruh konsumen gas di Indonesia.

Banyak keuntungan yang didapatkan oleh pelanggan rumah tangga jika menggunakan gas bumi dari PGN. Pertama, keamanannya lebih terjaga jika dibandingkan menggunakan liquefied petroleum gas (LPG).‎

Kedua, biaya yang harus dikeluarkan jika menggunakan gas PGN juga lebih murah. Setidaknya pengeluaran rumah tangga untuk memasak bisa dihemat hingga 50 persen.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menilai Kota Surabaya dinilai paling siap menjadi Percontohan pengembangan jaringan gas bumi untuk rumah tangga bagi kota-kota lain di Indonesia.

Menurut walikota Surabaya, kota ini siap jadi pionir. Ada harapan besar pada Surabaya karena kotanya sudah tertata dengan baik.

Bila ini sudah jadi, lanjut dia, Surabaya akan jadi percontohan bagi kota-kota lain. Wali kota/bupati di Indonesia akan didorong untuk belajar di Surabaya,” katanya.

Surabaya memang dinilai telah memenuhi persyaratan dasar dalam pembangunan jaringan gas, yakni tersedianya infrastruktur pipa, pasokan gas, dan pasar.

Hingga saat ini, di Surabaya telah terdapat sekitar 15.900 sambungan rumah yang terdiri dari 2.900 sambungan rumah yang dibangun dengan dana APBN. Serta, sekitar 13.000 sambungan rumah yang dibangun dengan dana milik BUMN.

Pada akhir Mei 2015 lalu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah bertemu Menteri ESDM di Jakarta untuk menjalin kesepakatan kerja sama dengan sektor energi bersih, termasuk energi terbarukan dan gas.

Bentuk kerja sama yang akan dilakukan adalah menjadikan kota Surabaya sebagai pilot project percepatan pemanfaatan energi bersih (clean energy). Salah satu poin yang disepakati adalah percepatan pembangunan infrastruktur gas kota maupun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).

Untuk mempercepat pembangunan dan pemanfaatn infrastruktur gas, dirinya mempersilakan seluruh pemerintah daerah untuk menyiapkan empat aspek yakni penyediaan lahan, kelembagaan, sosial dan leadership.

Kota-kota yang akses dan juga sumber gasnya dekat serta infrastrukturnya terpasang, akan diutamakan. “Saya mendorong pemimpin kota untuk berkompetisi mendapatkan akses duluan, tentunya yang telah siap empat syarat tersebut. Surabaya dipilih karena siap dan juga memiliki leadership,” ujar Menteri ESDM.

Menanggapi pernyataan Menteri ESDM, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menginstruksikan asisten Sekkota dan para camat untuk melakukan sosialisasi kepada para warga terlebih dulu, tanpa menunggu gerak PGN.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi