Posted in Celotehan

Mandiri Capital: Suktikkan Dana 5 Milyar untuk Amartha Fintech guna Pengembangan Entrepreneurship di Indonesia

Investasi adalah salah satu penentu utama bagi berkembangnya suatu startup. Bagi mereka yang memiliki sejarah kondisi ekonomi dan akses yang baik, hal ini tentu bukan masalah. Namun bagaimana halnya dengan mereka yang minim akses dengan keadaan ekonomi di tingkat bawah?

Untungnya kini ada kemudahan baru bagi permodalan kalangan ekonomi lemah di Indonesia. Baru-baru ini PT Mandiri Capital Indonesia (MCI), anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) menyuntikan dana kepada Amartha.

Perusahaan ini adalah startup di bidang pinjam meminjam dana dengan sistem peer to peer lending (P2P lending). Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia, Eddi Danusaputro menyatakan bahwa total dana yang disalurkan kepada Amartha mencapai US$ 2 juta hingga US$ 5 juta.

Amartha atau amartha.com memberikan jasa pinjam meminjam yang menghubungkan antara investor (lender) dan peminjam (borrower). Model bisnis Amartha sangat penting bagi perekonomian karena mampu memberikan solusi untuk menjangkau masyarakat unbanked. Yaitu usaha-usaha sederhana, rumahan, di pelosok kampung dan desa-desa.

Penanaman modal yang dilakukan MCI dan beberapa investor kepada Amartha ini adalah kategori A series fundraising. Lazimnya ke perusahaan startup fintech kalau dilakukan series A fundraising adalah antara 2 juta sampai 5 juta dollar AS.

CEO dan pendiri Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengungkapkan bahwa Amarta bertujuan untuk memodernisasi segmen mikro agar masyarakat lapisan bawah memperoleh kesempatan untuk mendapatkan akses permodalan bagi bisnis mereka. Sehingga mereka akan mudah menjalankan usahanya.

Hingga saat ini Amartha sudah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp 68 miliar kepada sekitar 28.000 pengusaha mikro perempuan. Tingkat gagal bayarnyapun mencapai nol persen!

Dengan platform yang diwadahi Amartha ini, investor bisa meraup imbal hasil 10-20 persen per tahun. Investasi langsung diberikan ke peminjam melalui amartha.com. Caranya pun sangat mudah, tinggal masuk ke situs, dan isi aplikasi pendaftaran. Imbal hasilnyapun lumayan tinggi. Tahun lalu mereka mampu memberikan 19,8 persen hampir 20 persen.

Amartha sendiri mengambil keuntungan dari investor dan peminjam. Peminjam ditarik biaya sekitar 5-10 persen sedangkan pemberi pinjaman sekitar 1-3 persen. Saat ini, Amartha telah menyalurkan dana sekitar Rp 68 miliar kepada 30 ribu pengusaha mikro.

Masa depan Amarta memang dinilai bagus, sehingga ada banyak perusahaan lain yang ikut berinvestasi seperti Lynx Asia Partners, Beenext, dan Mid Plaza Holding. Direktur Keuangan Mandiri Capital Indonesia Hira Laksamana menambahkan, Mandiri Capital akan memprioritaskan perusahaan rintisan yang bergerak di teknologi keuangan. Sebab, ke depan teknologi keuangan, khususnya P2P Lending akan menjadi industri unggulan mengikuti perkembangan pinjaman online yang pesat.

Saat ini pertumbuhan perusahaan rintisan Indonesia, khususnya di bidang fintech merupakan yang kedua terbesar di ASEAN setelah Singapura. Melalui MCI, startup Indonesia diharapkan dapat tumbuh lebih pesat dan dapat merangsang kreativitas generasi muda menciptakan produk dan jasa yang kreatif. Khususnya yang dapat mendukung produk perbankan dan jasa keuangan lainnya.

 

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs www.jadimandiri.org

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s