Posted in produktifitas

Masak Cantik Ala Hannibal Lecter dengan Harga Kosan

Karena penulis sekarang mulai hidup sendiri, barulah menyadari betapa biaya hidup sehari-hari ternyata sangat besar. Tapi relakah saya untuk menurunkan standard? Tentu saja tidak tuan!

Akhirnya, saya memutar otak dan berhasil menemukan berbagai macam trik yang akhirnya saya namakan dengan tips masak cantik ala Hannibal lecter. Tau film Hannibal Lecter kan? Kalau belum, kamu perlu search. Tapi hati-hati ya, soalnya banyak yang graphic content. Kalau sudah tahu, tenang….. kita ga akan cari daging murah ala Hannibal Lecter.

Kenapa Hannibal lecter? Karena cara masaknya cantik, anggun dan tampak mewah sekali. Tapi apa daya, baru bisa masak veri KW-nya. Mari dibaca mbak-mbak dan mas-mas sekalian.

Belanja di Pasar

Cara ini HARUS dipraktekkan. Sudah bukan waktunya lagi gengsi belanja di pasar. Orang luar negeri yang air gotnya kadar polusinya lebih rendah dari sungai di jakarta aja belanja di pasar. Jadi nggak ada alasan deh.

Tapi kalau kamu masih ragu atau takut jijik liat yang becek-becek, kamu bisa coba Pasar Modern. Seru banget loh belanja di sini. Semua bahan makanan dari daging steak sampai ketumbar ada disini. Harganya pun sangat murah! Jangan nawar kebanyakan yah, kesian penjualnya.

Belanja murah dan nyaman di Pasar Modern Bintaro
Belanja murah dan nyaman di Pasar Modern Bintaro

Produsen Hasil Bumi dan Bahan Makanan Lokal

Bukan bermaksud hipster nih ya. Memang di Jakarta tempat saya tinggal nggak ada Farmer’s Market seperti di kanada sana, tapi di Indonesia ada produsen hasil bumi maupun peternak dan petani di sekitar.

Dulu penulis bahkan pernah langganan susu sapi segar dari peternak sapi perah di Condet. Yap, Condet yang padat dan macet itu masih punya lahan untuk memelihara sapi perah.

Kalau kamu mau beli bahan makanan ala import seperti keju, kamu bisa search online dimana kamu bisa beli di Jakarta. Bahkan kemungkinan bisa dekat dengan tempat tinggalmu. Seperti produsen keju di depok. Harganya tentu saja bersaing dan lebih murah dari di supermarket.

Pertanian sapi perah di Condet

Gunakan Sistem Firts Come First Go

Salah satu dosa terbesar untuk penghematan makanan adalah membuang bahan makanan yang tidak termakan karena sudah rusak atau basi karena terlalu lama disimpan. Oleh sebab itu saya selalu menerapkan sistem first come first go ini.

Sistem ini intinya adalah menggunakan bahan makanan yang pertama kali dibeli, baru kemudian beranjak ke bahan makanan lain yang dibeli setelahnya. Jadi misalnya kamu sudah punya persediaan telur, tapi kamu ingin membeli lagi untuk memenuhi tempat telur di kulkas. Selalu ambil telur secara sistematis, jangan ambil sembarangan. Dengan demikian kamu bisa tahu mana telur yang lama dan mana yang baru saja dibeli.
9329a286522cac3c518358975f9b6b64

Grosir

Beli grosir selalu jadi tips untuk bisa mendapatkan harga lebih murah. Namun karena kita belanja makanan, jadi harus mengingat kadaluarsa dan ketahanan bahan makanan itu.

Hindari membeli grosir bahan makanan yang gampang rusak atau tidak sering dikonsumsi. Hanya beli untuk bahan makanan yang sering atau selalu dikonsumsi seperti beras atau gula, dan hindari membeli grosis makanan yang cepat basi atau rusak seperti sayur bayam yang gampang layu. Kecuali kalau kamu mau bikin hajatan tujuh hari tujuh malam dan mengundang orang sekampung.

169

Diskon

Saat ini banyak pasar swalayan yang banting harga untuk makanan yang sudah harus dijual sebelum berganti hari untuk menjaga kualitas. Kalau kamu penyuka roti dan tiap hari sarapan ala bangsawan Inggris, kamu bisa ke tempat-tempat yang menjual rotinya setengah harga setelah lewat jam 8 malam. Pada beberapa tempat, ayam bakar dan makanan jadi lain juga dijual dengan harga sangat murah. Lumayan kan bisa dapat lauk makan malam yang murah meriah enak.

Ada lagi diskon dari pasar swalayan karena promo atau sedang cuci gudang. Jangan abaikan kertas daftar bahan makanan yang sedang diskon yang sering dibagikan tapi lebih sering kamu gunakan jadi lap gombal. Sedikit demi sedikit kamu bisa menghemat banyak.

o

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs jadimandiri.org

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s