Posted in Uncategorized

Gas Bumi Melimpah ke Surabaya

PGN terus merealisasikan komitmennya untuk membangun infrastruktur gas bumi di seluruh Indonesia. Energi baik ini ditargetkan untuk terjadi penambahan pelanggan rumah tangga sebanyak 28.500 ‎kepala keluarga (KK) pada tahun ini di wilayah Surabaya-Gresik. Saat ini jumlah pengguna gas PGN di wilayah tersebut sebanyak 14.838 rumah tangga.

Surabaya memang dinilai telah memenuhi persyaratan dasar dalam pembangunan jaringan gas. Yaitu karena tersedianya infrastruktur pipa, pasokan gas, dan pasar.

Penambahan jumlah pelanggan PGN tersebut dilakukan melalui 2 program yaitu program Sayang Ibu dan Jargas. Jika Sayang Ibu‎ merupakan program dari PGN, Jargas merupakan penugasan dari pemerintah kepada PGN.

Dari Sayang Ibu, PGN menargetkan penambahan sebanyak ‎4.500 pelanggan. Sedangkan untuk program Jargas sebanyak 24 ribu pelanggan rumah tangga.

 

Program sayang Ibu merupakan anggaran mandiri dari PGN, 24 ribu anggaran dari pemerintah tapi PGN yang ditugaskan memasang jaringan.

‎Untuk program Jargas, PGN juga mendapatkan dukungan dari pemerintah kota (pemkot) Surabaya. Sebab, pemkotnya ini agar semua rumah tangga di sepanjang jaring pipa gas PGN mendapatkan pasokan gas bumi dari perusahaan plat merah tersebut.

Pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Surabaya telah dilakukan oleh Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Migas pada tahun 2009, yakni sebanyak 2.900 sambungan rumah di Kelurahan Kali Rungkut dan Rungkut Kidul dengan menggunakan dana APBN.

Keberadaan jaringan pipa gas PGN di SUrabaya memang menguntungkan warga. COntohnya di wilayah Banyuurip, Surabaya, membawa berkah bagi para perajin lontong. Sejak beralih menggunakan gas PGN, banyak manfaat yang diterima oleh para pembuat lontong tersebut. Salah satunya adalah biaya yang lebih murah ketimbang menggunakan LPG‎.

‎Selain itu, menggunaan gas LPG juga nilai jauh lebih aman. Sementara untuk pasokan, PGN juga menjamin gas yang digunakan oleh para pelanggannya dipasok selama 24 jam nonstop. Hal ini membuat para UMKM tersebut lebih leluasa dalam berproduksi.

Saat ini tercatat ada sekitar 28 perajin lontong di Kampung Lontong yang memanfaatkan gas PGN. Ke depannya, perusahaan pelat merah tersebut akan terus menambah jumlah UMKM yang bisa merasakan manfaat dari aliran gas ini.

Wali kota Surabaya menegaskan, dirinya memang mendorong penggunaan gas bumi di Kota Surabaya. Tidak hanya sebagai upaya mewujudkan ketahanan dan kedaulatan energi untuk bisa mencukupi kebutuhan energi nasional seperti visi Kementrian ESDM, tetapi karena dampak positifnya bisa dirasakan langsung oleh warga.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi 

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s