Posted in Uncategorized

Aliran Gas Bumi untuk kota Pahlawan

PGN menargetkan sebanyak 4.500 rumah tangga di Surabaya dan Gresik dapat menikmati gas bumi untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Saat ini jumlah rumah tangga di kedua wilayah tersebut yang telah memanfaatkan energi baik ini mencapai 14.838 rumah tangga.

Sales Area Head PGN Area Surabaya-Gresik Misbachur Munir mengatakan‎ untuk memperluas jaringan gas ke pelanggan rumah tangga, PGN memiliki program bernama Sayang Ibu. Untuk wilayah Surabaya-Gresik, program tersebut menargetkan tambah 4.500 rumah tangga yang teraliri gas pada tahun ini.

Program Sayang Ibu telah diluncurkan sejak Maret 2014 lalu di Perumnas Klender, Jakarta Timur. Melalui program ini, PGN ini meneruskan energi baik yang dimiliki oleh perusahaan plat merah tersebut kepada seluruh konsumen gas di Indonesia.

Banyak keuntungan yang didapatkan oleh pelanggan rumah tangga jika menggunakan gas bumi dari PGN. Pertama, keamanannya lebih terjaga jika dibandingkan menggunakan liquefied petroleum gas (LPG).‎

Kedua, biaya yang harus dikeluarkan jika menggunakan gas PGN juga lebih murah. Setidaknya pengeluaran rumah tangga untuk memasak bisa dihemat hingga 50 persen.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menilai Kota Surabaya dinilai paling siap menjadi Percontohan pengembangan jaringan gas bumi untuk rumah tangga bagi kota-kota lain di Indonesia.

Menurut walikota Surabaya, kota ini siap jadi pionir. Ada harapan besar pada Surabaya karena kotanya sudah tertata dengan baik.

Bila ini sudah jadi, lanjut dia, Surabaya akan jadi percontohan bagi kota-kota lain. Wali kota/bupati di Indonesia akan didorong untuk belajar di Surabaya,” katanya.

Surabaya memang dinilai telah memenuhi persyaratan dasar dalam pembangunan jaringan gas, yakni tersedianya infrastruktur pipa, pasokan gas, dan pasar.

Hingga saat ini, di Surabaya telah terdapat sekitar 15.900 sambungan rumah yang terdiri dari 2.900 sambungan rumah yang dibangun dengan dana APBN. Serta, sekitar 13.000 sambungan rumah yang dibangun dengan dana milik BUMN.

Pada akhir Mei 2015 lalu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah bertemu Menteri ESDM di Jakarta untuk menjalin kesepakatan kerja sama dengan sektor energi bersih, termasuk energi terbarukan dan gas.

Bentuk kerja sama yang akan dilakukan adalah menjadikan kota Surabaya sebagai pilot project percepatan pemanfaatan energi bersih (clean energy). Salah satu poin yang disepakati adalah percepatan pembangunan infrastruktur gas kota maupun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).

Untuk mempercepat pembangunan dan pemanfaatn infrastruktur gas, dirinya mempersilakan seluruh pemerintah daerah untuk menyiapkan empat aspek yakni penyediaan lahan, kelembagaan, sosial dan leadership.

Kota-kota yang akses dan juga sumber gasnya dekat serta infrastrukturnya terpasang, akan diutamakan. “Saya mendorong pemimpin kota untuk berkompetisi mendapatkan akses duluan, tentunya yang telah siap empat syarat tersebut. Surabaya dipilih karena siap dan juga memiliki leadership,” ujar Menteri ESDM.

Menanggapi pernyataan Menteri ESDM, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menginstruksikan asisten Sekkota dan para camat untuk melakukan sosialisasi kepada para warga terlebih dulu, tanpa menunggu gerak PGN.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi 

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s