Posted in Uncategorized

Harga Gas Mahal? Tidak Juga

Gas bumi seringkali menjadi topik utama pada banyak kalangan di Indonesia. Terutama kalangan menengah kebawah yang rentan terhadap kenaikan harga bahan pokok. Tak heran kata harga gas mahal dapat membuat beberapa orang sontak kaget. Sayangnya akhir-akhir ini sering muncul isu bahwa harga gas mahal. Benarkah demikian?

Gas bumi kini disinyalir sebagai energi baik yang menjadi pilihan terbaik untuk transisi dari energi fosil ke energi terbarukan. Sampai infrastruktur dan sarana yang menggunakan energi terbarukan telah matang, gas bumi sedikit demi sedikit menghantarkan kita untuk menuju peradaban yang menggunakan energi terbarukan secara keseluruhan. Tentu saja transisi ini bukan tanpa pembangunan yang membutuhkan komitmen tinggi dan biaya raksasa. Indonesia untungnya memiliki PGN, yaitu perusahaan negara yang diberikan mandat untuk membangun infrastruktur gas bumi dan mengmbangkan energi murah dan melimpah ini di Indonesia. Jadi, bagaimana kinerja PGN untuk mengeliminir harga gas mahal?

Hingga akhir tahun 2015 lalu, PGN sudah membangun dan mengoperasikan lebih dari 6.470 kilometer (km) pipa gas bumi. Sebagian besar pipa yang dibangun statusnya open access alias dapat dimanfaatkan bersama. Dari 6.470 km pipa gas yang dibangun dan dioperasikan PGN, sekitar 2.400 km merupakan pipa open access yang bisa dimanfaatkan bersama.

PGN menargetkan menambah panjang pipa gas buminya sepanjang 1.685 kilometer (km) dalam periode 2016-2019. Nantinya pada 2019 total panjang pipa PGN menjadi 8.656 km. Infrastruktur pipa gas bumi yang dibangun sepanjang 1.685 km tersebut di antaranya proyek pipa transmisi open access Duri-Dumai-Medan, pipa transmisi open access di Semarang dan pipa distribusi gas bumi di wilayah eksisting serta daerah baru lainnya. PGN juga diberi mandat oleh Pemerintah untuk membangun pipa distribusi Batam (Nagoya) WNTS-Pemping. Saat ini pipa gas dibangun dengan biaya PGN sendiri tanpa mengandalkan APBN mencapai lebih dari 7.100 km.

Selain penambahan infrastruktur gas bumi berupa pipa, PGN juga akan menambah sebanyak 60 SPBG di berbagai daerah mulai DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Batam, Lampung, Riau, dan Sumatera Utara. Selain itu PGN juga berencana membangun Mini LNG system untuk Indonesia bagian tengah dan timur. Dengan penambahan panjang pipa tersebut (pipa sepanjang 8.656 km), dapat meningkatkan kemampuan pemanfaatan gas bumi sebanyak 1.902 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Dengan pemanfaatan gas bumi sebanyak 1.902 MMscfd pada 2019 tersebut, dapat menciptakan penghematan sebesar Rp110,9 triliun. Sepanjang 2015 penyaluran gas bumi PGN sebanyak 1.586 MMscfd, ini memberikan penghematan sekitar Rp88 triliun ke pelanggan PGN.

Dengan adanya kepastian pasokan gas bumi, pembangunan infrastruktur dan roda ekonomi di Indonesia dapat semakin menguat. Dengan pembangunan gas bumi yang dilakukan terus menerus oleh PGN, swasembada energi bukan hal yang mustahil lagi dicapai oleh Indonesia. Dengan swasembada energi, ketergantungan kita akan pasokan luar akan menjadi minimal. Bukan hanya harga gas bumi, namun harga bahan-bahan pokok dan komoditas lain pun menjadi semakin rendah. Jadi jika kita kembali ke pertanyaan semula, apakah harga gas mahal di Indonesia? Anda tahu sendiri kan jawabannya.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

One thought on “Harga Gas Mahal? Tidak Juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s