Posted in PGN

Gas Bumi Murah dan Ramah Lingkungan ala Hillary Clinton

Akhir-akhir ini dunia sedang diramaikan oleh pemilihan Presiden Amerika Serikat, baik dari kontroversi para kandidat presiden, maupun hebohnya debat calon presiden yang baru saja selesai minggu lalu. Di antara hirup pikuk berbagai skandal dan isu-isu yang diangkat, isu gas bumi murah sempat dimunculkan oleh Hillary Clinton.

Dalam debat Presiden AS ke 2 tersebut, Hillary Clinton menyatakan bahwa tahun ini AS telah berhasil mencapai swasembada energi karena besarnya produksi gas bumi. Dengan swasembada energi karena gas bumi ini, AS menjadi tidak tergantung dengan Saudi Arabia untuk energi dari bahan bakar minyak bumi. Hillary juga menambahkan bahwa gas bumi merupakan alternatif energi yang merupakan pilihan terbaik untuk transisi konversi penggunaan bahan bakar fosil menjadi energi baik yang berkesinambungan. Hal ini menjelaskan bahwa gas bumi memang pilihan energi baik yang paling menguntungkan saat ini.

Amerika Serikat adalah negara penghasil gas bumi terbesar di dunia sejak tahun 2009. Gas bumi menyediakan 29 persen energi yang dikonsumsi Amerika Serikat. Gas bumi adalah sumber energi terbesar untuk penghasil listrik di AS sejak Juli 2015. Produksi gas bumi AS mencapai rekor tertinggi dari tahun 2011 sampai 2015, dimana produksi gas yang dapat dipasarkan mencapai 28,8 trilyun kaki kubik. Karena besarnya produksi gas bumi ini, maka harga gas bumi menjadi lebih rendah daripada di Eropa dan jepang. Gas bumi murah di AS, bersama dengan jejak karbon yang lebih kecil dibandingkan dengan batu bara, telah menyebabkan pertumbuhan yang pesat untuk produksi listrik dari gas bumi.

Di Indonesia sendiri, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) juga terus memperluas jaringan gas bumi PGN di berbagai daerah di Indonesia. Hingga kuartal I-2016, PGN telah menambah pipa gas bumi sepanjang lebih dari 109 kilometer (km). Direktur PGN Dilo Seno Widagdo mengatakan, penambahan panjang pipa selama Januari-April 2016 tersebut, menambah jumlah pipa PGN yang saat ini total sudah mencapai lebih dari 7.100 km. PGN melakukan perluasan dan pembangunan jaringan pipa gas bumi di berbagai daerah eksisting serta aktif membuka wilayah-wilayah baru (pioneering). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan dan memperluas pemanfaatan energi baik gas bumi di Indonesia.

Dilo mengatakan, tambahan jaringan pipa gas bumi di antaranya pengembangan wilayah eksisting distribusi gas bumi seperti di Jawa Barat dan Jawa Timur, Batam, Medan dan lainnya. Beberapa proyek pipa gas bumi yang telah diselesaikan antara lain seperti di Pasuruan, Jawa Timur, PGN menyelesaikan pembangunan pipa gas bumi di wilayah Kejayan-Purwosari sepanjang 15 kilometer (km). Proyek pipa gas ini mampu memasok gas bumi sebanyak 17 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Gas bumi ini akan mengalir mulai ke rumah tangga, industri, usaha kecil menengah bahkan hingga ke pembangkit listrik.

Sampai saat ini PGN telah menyalurkan gas bumi ke lebih dari 116.400 pelanggan rumah tangga. Selain itu, 1.879 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.576 industri berskala besar dan pembangkit listrik. Adapun pelanggan PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, sampai Papua. Pada 2015, PGN menyalurkan gas bumi mencapai 1.591 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Dari penyaluran gas bumi PGN kepada pelanggan tersebut, menciptakan penghematan bagi nasional sebesar Rp88,03 triliun per tahun.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

One thought on “Gas Bumi Murah dan Ramah Lingkungan ala Hillary Clinton

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s