Posted in Uncategorized

Hutan Indonesia, Akankah Sama Dengan Lorax?

Bumi Indonesia adalah tanah yang indah dan penuh kelimpahan. Diberkahi dengan kekayaan alam yang melimpah ruah dan hutan hijau yang menjadi paru-paru dunia, bersyukurkah kita? Ataukah nasib hutan-hutan Indonesia akan seperti Lorax?

The Lorax adalah film yang digubah dari buku anak-anak karya Dr. Seuss. Penulis satu ini memang terkenal dengan hasil karyanya yang aneh namun sarat dengan edukasi. Salah satunya adalah the Lorax ini.

The Lorax menceritakan tentang makhluk Lorax yang dapat berbicara dengan pohon Truffula. Mereka adalah penjaga dan pemelihara pohon-pohon di hutan Truffula tersebut. Pohon ini memiliki bulu berwarna-warni yang sangat cantik. Datanglah seorang penemu muda bernama Ted Wiggins yang mendambakan pengakuan dari orang lain. Ia adalah seseorang dengan hati mulia yang ingin membuat orang lain senang dan terbantu dengan penemuan-penemuannya. Namun sayangnya, ide-idenya seringkali tidak dapat diterima oleh orang kebanyakan, tak terkecuali keluarganya.

Ia tak sengaja sampai ke hutan Truffula tempat para Lorax tinggal setelah ia dibuang oleh keluarganya karena dianggap aneh dan gagal. Ia kemudian menemukan bahwa bulu dari pohon Truffula ternyata sangat bagus jika ditenun menjadi baju hangat. Timbullah idenya untuk memproduksi baju hangat dari bulu truffula tersebut.

Mulailah ia mencoba memproduksi baju hangat dengan menggunakan bulu Truffula. Awalnya, sesuai dengan janjinya kepada para Lorax, ia hanya akan menebang beberapa pohon. Namun, ternyata ambisi Ted untuk diakui oleh keluarganya telah membutakan dia. Akhirnya, pohon Truffula terakhir pun ditebang. Bumi pun menjadi gundul, gersang, dan kehidupan menjadi tiada.

Kondisi hutan-hutan di Indonesia saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Bencana kebakaran hutan dan kabut asap yang menyelimuti hampir 80% wilayah Pulau Sumatera adalah beberapa contohnya. Setiap harinya ada ribuan hektar lahan yang dibakar hanya untuk memenuhi permintaan pertanian kelapa sawit. Bahkan di Kalimantan, dimana keragaman hayati dengan hutan hujan yang luas sehingga menjadi paru-paru dunia, kita mulai dapat melihat ketika kita terbang melintasi Kalimantan, betapa gundulnya hutan kita. Faktanya adalah, hutan di Indonesia saat ini hanya tinggal seluas 82 juta hektare. Begitu menyedihkan. Apakah kita berbeda dari Ted Wiggins?

Ada pepatah dari suku Indian yang merupakan penduduk asli benua Amerika, ”

“When the Last Tree Is Cut Down, the Last Fish Eaten, and the Last Stream Poisoned, You Will Realize That You Cannot Eat Money.”

“Ketika pohon terakhir ditebang, ketika ikan terakhir telah dimakan, dan aliran air terakhir telah diracuni, kau akan menyadari bahwa kau tidak dapat memakan uang.”

Sungguh pepatah yang penting untuk direnungkan. Ketika semua kekayaan alam yang menghidupi manusia sudah habis digunakan dengan semena-mena oleh manusia hanya demi uang, untuk apa semua uang itu jika kita tak dapat makan dan bernapas?

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si Nergi

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

One thought on “Hutan Indonesia, Akankah Sama Dengan Lorax?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s