Posted in Uncategorized

Ekspansi PGN yang mendukung pembangunan bangsa

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang dipimpin oleh Hendi Prio Santoso telah membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi sebagai energi baik lebih dari 7.100 kilometer (km). Jumlah ini setara 76% pipa gas bumi seluruh Indonesia. Sejak puluhan tahun silam, PGN terus membangun jaringan gas bumi di berbagai daerah, semua dilakukan untuk mewujudkan cita-cita ketahanan energi bagi Indonesia. Mulai tahun 2016 hingga 2019 PGN menargetkan tambahan jaringan pipa gas sepanjang 1.685 km, SPBG sebanyak 60 unit, serta infrastruktur lainnya seperti mini LNG System untuk Indonesia bagian tengah dan timur.

 

Namun, kisah sukses ini tidaklah terwujud dengan mudah. Perlu perjuangan dan jalan yang panjang. Membangun pipa gas di Indonesia pada awal-awal usaha PGN di era 70-an mendapatkan banyak rintangan. Pada era tersebut harga gas dijual dengan murah, karena harga BBM yang murah akibat subsidi pemerintah.

Selama beberapa tahun bisnis PGN saat itu hanya menyalurkan gas buatan untuk kebutuhan energi di sektor rumah tangga dan penerangan jalan raya yang merugi. Namun para pimpinan dan karyawan PGN tak patah arang. PGN melakukan inovasi dengan sedikit mengubah pola bisnisnya yang sebelumnya menyalurkan gas buatan menjadi menyalurkan gas bumi melalui pipa.

Ini dilakukan pada periode 1974. Langkah ini bisa dibilang nekad karena saat itu penggunaan gas bumi untuk rumah tangga, komersial, industri dan pembangkit listrik belum berkembang karena harga BBM masih murah. Bahkan pada 1985, PGN harus menjual sebidang tanah di Jalan Zainul Arifin, Jakarta Pusat, untuk membiayai pengembangan pipa gas dan gaji pegawai.

PGN tetap optimis dengan jalur bisnis mendistribusikan gas melalui pipa gas. Salah satu pertimbangannya, Indonesia sudah banyak bergantung pada BBM impor yang dijual murah (subsidi) dan ini terus membebani keuangan negara. Sementara kata Maya, Indonesia memiliki produksi gas bumi yang cukup besar dan cadangan gas yang berlimpah, serta bisa menggantikan impor BBM selama ini.

PGN kemudian melakukan pioneering dengan melakukan pembangunan infrastruktur pipa gas bumi di berbagai daerah. Salah satu proyek besar adalah proyek pipa gas transmisi South Sumatera West Java (SSWJ) dengan panjang lebih dari 1.000 km. Pengembangan pipa-pipa gas distribusi pun makin terus dilakukan sehingga memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.

Dengan kerja keras PGN berhasil menyelesaikan pembangunan infrastruktur gas bumi tersebut. Hasilnya, PGN mulai rutin mencetak laba dan memberikan dividen kepada negara, hingga sampai saat ini PGN menjadi salah satu BUMN terbesar di Indonesia yang memberikan sumbangsih kepada negara.

 

Kini, salah satu misi PGN adalah menciptakan integrated market di Indonesia bagian Barat hingga akhirnya akan menuju ke integrasi nasional yang akan mengukuhkan PGN sebagai National Gas Company. Oleh sebab itu tidak heran jika PGN juga mendapat kepercayaan dari Kementerian ESDM untuk membangun dan mengoperasikan pipa West Natuna Transportation System (WNTS) sepanjang 5 kilometer (km) dari perairan Natuna bagian barat ke Pulau Pemping. Penugasan ini diberikan berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 6105 Tahun 2016 (Kepmen ESDM 6105/2016).

Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, mengungkapkan bahwa akhirnya pemerintah memutuskan pipa tersebut dibangun oleh PGN dengan pertimbangan agar gas bumi bisa dinikmati oleh semua pihak. Pipa bisa open access, semua pihak bisa menggunakannya asal membayar tol fee. Gas bisa didistribusikan tidak hanya untuk kelistrikan, tapi juga untuk industri dan rumah tangga. Di samping itu, biaya pembangunan pipa WNTS bisa lebih murah bila dibangun PGN.

Pipa WNTS memiliki ukuran 16 inch, kapasitasnya 120 mmscfd, panjangnya 5 km. Untuk tahap awal, pipa ini akan mengalirkan gas sebanyak 40 sampai 90 mmscfd ke Pulau Pemping. PGN menyatakan siap mempercepat pembangunan dan pengoperasian proyek pipa gas WNTS. Proyek WNTS ke Pulau Pemping juga akan memperkuat infrastruktur gas dalam negeri khususnya di wilayah Indonesia bagian Barat.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) juga telah melakukan ekspansi ke seluruh pelosok Indonesia termasuk di Papua. PGN memasok gas bumi untuk kebutuhan memasak kepada 3.898 rumah, yang tersebar di 5 kelurahan di Sorong, Papua Barat. Jaringan gas bumi ke rumah-rumah di Sorong ini merupakan yang pertama kali di Papua. Infrastruktur ini dibangun oleh Kementerian ESDM kemudian menunjuk PGN sebagai operator untuk mengoperasikan dan menyalurkan gas buminya.

Para ibu rumah tangga di Sorong yang pertama kali masak pakai gas bumi menyatakan sangat bersyukur dengan adanya gas bumi tersebut. Mereka jadi tidak tergantung dengan tabung LPG atau minyak tanah. Sebelumnya sehari-hari mereka memasak menggunakan bahan bakar LPG ukurang 12 kg. Namun kadang-kadang tabung isi ulang LPG di Sorong sulit didapat sehingga harganya melambung. Jika sedang langka harga LPG 12 kg di Sorong bisa mencapai Rp 450.000/tabung. Kalau sudah begitu mereka lebih memilih menggunakan kompor minyak tanah dulu.

Mereka mengaku tak terlalu khawatir ketika pertama kali menggunakan gas bumi, karena hampir sama seperti menggunakan LPG, hanya bedanya bila LPG menggunakan tabung, sedangkan gas bumi mengalir melalui pipa gas dan langsung ke dapur. Mereka tak perlu lagi repot-repot lagi menggotong tabung LPG dari rumah ke warung. Gas bumi mengalir 24 jam, dan lebih murah daripada LPG apalagi minyak tanah.

Sampai Januari 2016 sudah menyalurkan gas ke lebih dari 107.690 rumah tangga di berbagai daerah yang dibangun PGN dengan biaya sendiri tanpa mengandalkan uang negara atau APBN. Selain ke rumah tangga, PGN saat ini juga menyalurkan gas ke lebih dari 1.857 pelanggan komersil (rumah makan, mal, hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah seperti warteg, jamu, hingga usaha genteng. PGN juga menyalurkan gas ke 1.529 industri dan pembangkit listrik.

Pelanggan PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua. PGN juga makin agresif membangun infrastruktur pipa gas, SPBG, MRU (SPBG mobile).

PGN sudah menyelesaikan beberapa infrastruktur di beberapa daerah. Seperti di Pasuruan, Jawa Timur, PGN menyelesaikan pembangunan pipa gas bumi di wilayah Kejayan-Purwosari sepanjang 15 kilometer (km), kemudian di wilayah Jetis-Ploso sepanjang 27 km. Lalu PGN juga telah selesai membangun di wilayah Kalisogo-Waru, Jawa Timur sepanjang 30 km.

PGN juga berhasil menyelesaikan proyek pipa distribusi gas bumi di wilayah Nagoya, Pulau Batam sepanjang 18,3 km. Selain di Jawa Timur dan Batam, PGN juga terus membangun infrastruktur di wilayah eksisting maupun wilayah baru dalam rangka pembukaan pasar baru atau pioneering.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sumber: finance.detik.comfinance.detik.comfinance.detik.com

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

One thought on “Ekspansi PGN yang mendukung pembangunan bangsa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s