Posted in Uncategorized

Melibas kendala gas bumi untuk mengembangkan energi baik

Gas bumi di Indonesia sejatinya merupakan primadona sumber energi Indonesia saat ini, karena sifatnya yang lebih ramah lingkungan dan melimpah di Indonesia. Ketiadaan infrastruktur di Tanah Air menjadi pemicu rendahnya penyerapan gas domestik. Solusinya pemerintah harus terus mendorong infrastruktur penyaluran gas. Namun beberapa masalah masih dihadapi, seperti alokasi penjualan, harga jual, maupun biaya pembangunan kilang. Alokasi hasil produksi dan harga jual, selalu menjadi polemik dalam setiap pengembangan ladang gas bumi. Pasar gas bumi dalam negeri yang masih kecil dan harga gas dalam negeri yang tidak kompetitif, terkesan menjadi pembenaran dilakukannya ekspor gas. Sebagai negara kepulauan dengan infrastruktur yang tidak merata, transportasi penyaluran gas masih perlu dipersiapkan lebih baik. Sebagai contoh kasus, gas bumi yang tersedia di Tangguh belum bisa dikirim ke Papua atau Merauke karena infrastruktur tidak mendukung.

Alokasi pasokan gas bumi untuk dalam negeri (domestik) mencapai 57 persen setara 4,016 miliar british thermal unit per hari (BBTUD) namun penyerapan gas bumi masih harus diperbaiki. Hal ini disebabkan karena tidak meratanya fasilitas infrastruktur penerimaan gas bumi. Rendahnya penyerapan juga bisa dilihat apakah ada masalah dari sisi perhitungan supply dan demand.Menurut data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), tahun 2015 untuk sektor listrik, dari alokasi gas sebesar 1.273,23 BBUTD, hanya terserap 939.11 BBUTD. Industri dengan alokasi 1.560,91 BBUTD hanya dipakai 1.263,17 BBUTD. Sementara pupuk yang diberikan jatah 796,96 BBUTD hanya dimanfaatkan sebanyak 737,46 BBUTD. Alokasi untuk PT PLN (Persero) 14 kargo hanya terserap 11 kargo. Ekspor gas alam cair (LNG) Indonesia juga masih tinggi, mencapai 1,989 BBTUD (29,10 persen) sementara serapan LNG domestik hanya 403,79 BBTUD (5,91 persen).

Ketidakstabilan penyediaan gas ini menyebabkan konsumen selalu was-was dengan model kontrak gas yang tidak pasti ini sehingga kontrak-kontrak yang dihasilkan pun hanyalah jangka pendek. Dilihat dari sisi kontrak eksport gas bumi Indonesia, dari total 90 persen gas yang diekspor sekarang hanya 60 persen yang digunakan ekspor. Berarti terdapat 30 persen yang tidak terserap. Buyer luar pun hanya mengambil kontrak secukupnya, dan hanya mengambil jika perlu lebih.

Namun, walaupun saat ini 47 persen produksi gas Indonesia masih diekspor karena penyerapan gas di dalam negeri belum banyak, tanpa temuan sumber gas baru, kita bisa jadi menjadi importir pada 2019. Tanpa eksplorasi yang menghasilkan temuan sumur baru, menurut data prediksi neraca gas bumi Indonesia hingga 2030, kebutuhan impor Indonesia pada tahun 2019 dapat mencapai 1.777 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD)

PGN memiliki posisi yang amat istimewa dalam memanfaatkan kesempatan ini. Sebagai perusahaan milik negara, PGN memiliki komitmen dan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia. PGN bisa menjadi sosok di garda terdepan dalam memberikan solusi gas bumi di Indonesia.

PGN dapat menjadi pionir dalam menggunakan teknologi terdepan. Hal ini terutama karena kondisi negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan daerah-daerahn sulit yang membutuhkan eksplorasi dengan teknologi canggih.  Apalagi temuan cadangan gas baru umumnya berlokasi di daerah yang belum dieksplorasi seperti wilayah timur Indonesia (Blok Masela di Laut Arafura; Blok Muara Bakau dan Proyek Indonesia
Deep Water Development (IDD) di Selat Makassar).

 

PGN sebagai badan usaha milik negara dapat menggalang investasi yang memenuhi pengadaan teknologi canggih tersebut untuk eksplorasi dan pengelolaan gas bumi. Dengan nama baik PGN dan komitmen untuk mempertahankan kualitas kerja optimal, investor dapat lebih percaya, terutama karena pengelolaan dan eksplorasi gas bumi memerlukan dana yang amat besar.

Sekali lagi, PGN dapat memimpin upaya pengembangan infrastruktur gas bumi di Indonesia. Terutama sebagai badan usaha milik negara yang berkomitmen untuk meningkatkan harkat hidup rakyat Indonesia. Infrastruktur gas bumi memerlukan lebih banyak upaya karena karakteristik dari gas bumi yang membuat proses pemanfaatannya lebih kompleks ketimbang minyak bumi. Dengan bentuk yang cair, minyak mudah ditampung dan diangkut. Gas tidak bisa ditampung, sehingga begitu keluar dari dalam bumi harus segera dimanfaatkan. Oleh karena itu, eksplorasi sumur gas dan pengembangan infrastruktur untuk penyerapan gas bumi perlu ditingkatkan. Apabila pembelinya berlokasi jauh dari lapangan produksi gas, dan tidak memungkinkan dibangun pipa, alternatifnya dibangun fasilitas gas alam cair atau dikenal dengan liquefied natural gas (LNG). Dengan teknologi ini, gas terlebih dahulu dicairkan menjadi LNG, baru kemudian diangkut dengan kapal khusus pengangkut LNG. Saat sampai di daerah tujuan, gas cair kembali diubah menjadi gas sebelum dimanfaatkan oleh pengguna akhir. Dengan gambaran ini, bisa dipahami bahwa gas yang ditemukan di Papua tidak bisa serta merta diangkut untuk memenuhi kebutuhan industri di Sumatera dan Jawa. Perlu infrastruktur untuk mengubah gas itu menjadi LNG sehingga bisa diangkut.

PGN juga dapat meningkatkan jaringan pipa distribusi gas yang saat ini masih minim. Hal ini menyebabkan ketika ada daerah yang surplus produksi gas, tidak dapat dikirimkan ke daerah yang kekurangan gas. Contoh konkret, produksi gas di Jawa Timur lebih besar dari kebutuhannya. Kelebihan pasokan ini tidak dapat dikirimkan ke Jawa Barat yang kebutuhan gas tinggi karena belum ada jaringan pipa yang menghubungkan kedua wilayah ini. Cadangan gas Indonesia cukup berlimpah. Namun, apabila keekonomian tidak terpenuhi dan infrastruktur tidak tersedia, cadangan tersebut tetap tidak akan bisa dimanfaatkan baik untuk menghasilkan penerimaan negara maupun memasok energi domestik.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sumber: beritasatu.comrmol.cobisnis.liputan6.comtempo.co

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s