Posted in Uncategorized

Bandara canggih #T3CGK

Terminal 3 baru Soekarno Hatta ini memiliki tingkat kecanggihan yang dapat dibanggakan oleh Indonesia. Berbagai teknologi baik untuk keamanan maupun teknologi eco-friendly digunakan. Sebagian bangunan di sisi luar Terminal 3 baru Soekarno-Hatta ini menggunakan kaca eco green yang ramah lingkungan. Selain itu, dalam penggunaan energi, AP II menerapkan teknologi ramah lingkungan dengan menggunakan pencahayaan lampu LED dan penerangan jalan menggunakan sumber energi solar cell‎. Juga terdapat teknologi recycle air di toilet untuk kenyamanan di bandara.

Dari segi keamanan para penumpang di dalam terminal ini nantinya akan dilengkapi puluhan CCTV yang yang dilengkapi dengan teknologi yang dapat mengenali wajah dan siap memantau pergerakan setiap penumpang. Jika ada barang yang tertinggal, atau penumpang meninggalkan barangnya sampai 5-10 menit maka otomatis akan tersorot kamera, dan akan di-zoom, nanti ada petugas yang mengamankan.

Terminal 3 baru Soekarno-Hatta ini juga memiliki terknologi yang dapat mendeteksi bom. Terdapat jalur khusus untuk mengatasi masalah keamanan ini, yaitu dengan blanket yang masuk ke dalam tong yang bisa mendeteksi barang bawaan, tidak lagi manual. Sehinga, mengurangi penggunaan SDM untuk menangani bagasi. Perangkat ini juga yang nantinya akan digunakan untuk mengoperasikan bagasi di Terminal 3 baru Soekarno-Hatta adalah sistem penanganan bagasi otomatis atau baggage handling system (BHS) yang terletak di dekat pintu masuk terminal yang bisa langsung mengurus barang masuk ke bagasi. Ketika penumpang tiba di Terminal 3 Ultimate, bagasi akan dikerjakan secara komputerisasi dengan menggunakan barcode yang ada di barang penumpang, sehingga tidak lagi memerlukan tenaga porter. Usai mengurus bagasi, penumpang maupun pengantar dapat mengelilingi area terminal yang cukup luas. Setelah Terminal 3 Ultimate benar-benar beroperasi, Terminal 1 dan 2 juga akan direvitalisasi dan diperindah.  Sistem pelayanan bagasi di sana juga akan memakai BHS. sehingga sangat minim terjadi kesalahan bagasi. Teknologi ini juga bisa mempercepat alur bagasi ke pesawat.

Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) punya cara khusus agar Terminal 3 Ultimate bisa beroperasi. Direktur Utama AirNav Indonesia, Bambang Tjahjono, mengungkapkan pihaknya hanya perlu meminta setiap kendaraan yang masuk harus menggunakan squiter transponder. Pemasangan alat tersebut, membuat AirNav tetap bisa memonitor kendaraan yang melewati apron, dari menara kontrol atau ATC. Mobil Yang masuk ke apron terminal 3 harus dipasangi squiter sehingga bisa tertangkap gerakannya oleh sistem ASM-GCS (Advance Service Movement Guidance and Control System).

Corporate Secretary AirNav Indonesia, Ari Suryadharma menerangkan, squiter diperlukan karena pergerakan kendaraan tak terpantau dari menara ATC, lantaran desain ketinggian Terminal 3 mengganggu penglihatan petugas ATC. Sehingga kendaraan darat yang lalu lalang di apron dapat diidentifikasi pergerakannya. Karena selain fungsi navigasi, petugas di ATC juga harus mengetahui pergerakan di apron. Secara sederhana, alat ini semacam GPS untuk mobil.

Terdapat juga pembangunan Tower Apron Movement Control (AMC) yang baru oleh pengelola bandara yakni PT Angkasa Pura II. Dengan upgrade peralatan navigasi yang baru di Bandara Soekarno Hatta, semua pergerakan bisa dipantau semuanya dari menara ATC, meski tanpa menara AMC. Targetnya akhir tahun ini, akan dinaikkan menjadi level 2.

Mengenai moda transportasi yang nantinya menjadi pilihan para penumpang, AP II menyiapkan dua moda transportasi, yaitu bus dan kereta monorel. Monorel‎ ini nantinya akan menghubungkan dari Terminal 3 Ultimate ke Stasiun Bandara dan beberapa terminal lainnya. Untuk perpindahan penumpang di dalam kawasan bandara, akan disiapkan Automatic People Mover System (APMS) yang bentuknya mirip dengan kereta ringan. Seperti di Changi, Singapura, people mover (monorel) dapat mengangkut 4 orang per menit dan mampu mengangkut 100-200 orang dalam sekali jalan.  (baca: Begini Proses Pemindahan Patung Proklamator di Bandara Soekarno-Hatta). APMS mengantarkan penumpang dari dan ke Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3, termasuk Terminal 3 Ultimate sebagai perluasan dari Terminal 3. Teknologi itu akan menggantikan shuttle bus gratis yang sampai sekarang masih digunakan.

Proyek besar lainnya di Terminal 3 Ultimate ini adalah moda transportasi massal yang terpusat di Integrated Building. Gedung itu akan menampung dan mengatur mobilisasi penumpang yang akan ke maupun pergi dari bandara. Di dalam Integrated Building, penumpang dapat menaiki kereta listrik (KRL) commuter line yang terkoneksi dengan KRL CommuterJabodetabek, kereta api ekspres jarak jauh, atau naik bus. Pembangunan Integrated Building bersama dengan moda transportasi di dalamnya ditargetkan selesai sebelum diselenggarakannya Sea Games, tahun 2018.

Satu proyek besar lain yang masih dalam pengerjaan adalah pembangunan landasan pacu atau runway ketiga. Keberadaan runway ketiga ini sangat diperlukan untuk mengimbangi kehadiran Terminal 3 Ultimate, khususnya soal pergerakan pesawat. Dengan beroperasinya Terminal 3 Ultimate, berarti ada tambahan jadwal penerbangan juga. Runway yang sudah ada, yakni runway satu dan dua, sudah tidak dapat menampung banyaknya pesawat yang mendarat dan lepas landas. Berdasarkan data terakhir, dalam satu jam saja, ada sekitar 72 pergerakan pesawat di dua runway bandara tersebut. Luas runway ketiga adalah 830 hektar.

Sumber: finance.detik.combisnis.liputan6.commegapolitan.kompas.com

 

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s