Posted in Uncategorized

Siap mengudara dengan Gas bumi PGN

Gas bumi PGN akan mulai masuk ke Bandar Udara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I dan II. Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan bahwa PGN akan memasok  gas untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar dan industri di sekitar bandara yang akan mulai dapat menikmati manfaat gas bumi PGN sebagai energi bersih. Selain lebih ramah lingkungan, gas bumi PGN sebagai energi bersih juga lebih hemat dan  dapat diandalkan.

Industri penerbangan memiliki sejarah dalam mengadopsi teknologi dari industri minyak dan gas bumi untuk meningkatkan proses dan metode kerjanya. Misalnya, pemodelan pipa di Laut Utara, bagaimana untuk melacak dan menghitung aliran minyak di pipa. Metoda ini telah digunakan untuk model jalur penerbangan dan mengoptimalkan efisiensi. Sekarang ada peluang untuk industri gas bumi untuk meningkatkan praktik pengelolaan bandara dalam hal pemenuhan energi yang efektif dan efisien dalam hal penggunaan energi bersih yang ramah lingkungan, pemasokan yang dapat diandalkan, dan lebih hemat dalam penggunaan dan biaya dengan gas bumi PGN.

Memenuhi kebutuhan energi di bandara seperti untuk taksi, parkir, hotel dan angkutan sewa mobil dan kendaraan layanan di bandara merupakan industri yang besar dengan kegiatan yang sangat padat. Gas bumi sebagai energi Bersih di Amerika Utara telah membantu membangun banyak stasiun pengisian bahan bakar gas bumi di bandara untuk menciptakan kondisi transportasi yang lebih ramah lingkungan dan biaya yang lebih hemat. Menggunakan gas bumi untuk mengoperasikan armada transportasi dan pesawat yang beroperasi pada daerah yang padat seperti bandara dapat mengurangi emisi karbon dan polusi udara di sekitar bandara. Dengan menggunakan gas bumi di bandara, kita juga bisa mengambil kendali lebih untuk kestabilan harga bahan bakar gas bumi. Gas bumi juga membuat mesin bekerja dengan suara yang lebih pelan, hal ini tentu saja mengurangi polusi suara dan menguntungkan baik penumpang maupun pekerja bandara.

Di Indonesia, gas bumi juga memiliki potensi besar dalam mememenuhi kebutuhan energi untuk industri pendukung di sekitar bandara, seperti industri catering dan industri olahan beserta pemukiman di sekitarnya. Dalam hal ini, gas bumi PGN dapat berperan besar dalam memenuhi kebutuhan bandara di Indonesia dan industri di sekitarnya agar dapat turut menikmati energi bersih yang hemat dan ramah lingkungan. PGN dapat menjadi pilihan tepat untuk memasok kebutuhan yang sama di bandara lain serta fasilitas sarana perhubungan lainnya di Indonesia.

Saat ini PGN telah menandatangani kesepakatan pasokan gas sebanyak 14 MMSCFD untuk memenuhi kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Bandara Soekarno Hatta dengan kapasitas‎ awal 60 Mega Watt (MW). PLTG yang pembangunannya diperkirakan memakan waktu 1,3 tahun tersebut akan dibangun oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Diharapkan, semakin banyak bandara di Indonesia yang dapat mengambil keuntungan dari gas bumi PGN.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sumber: bisnis.liputan6.comcivil.lockheedmartin.co.ukcleanenergyfuels.com

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s