Posted in Uncategorized

PGN: Perusahaan Mawas Lingkungan Hidup

Pada tanggal 5 Juni lalu, masyarakat di seluruh dunia serentak merayakan Hari Bumi dengan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata untuk pelestarian lingkungan hidup dilakukan. Salah satu badan yang peduli mengenai pelestarian lingkungan adalah Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia  (KEHATI). Yayasan ini memiliki program pemberian penghargaan kepada 25 perusahaan yang memenuhi prinsip-prinsip sustainable and responsible investment (SRI) dan pelestarian lingkungan hidup. Dari 25 perusahaan tersebut, Kehati memilih tiga perusahaan terbaik yang mendapatkan SRI-KEHATI Award. PGN adalah salah satu dari tiga perusahaan BUMN yang berhasil menjadi perusahaan terbaik dari 25 perusahaan yang masuk dalam indeks SRI-KEHATI tersebut, yaitu PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Pemilihan berdasarkan pada indeks SRI-KEHATI. Indeks ini memiliki 6 aspek fundamental yang merupakan prinsip-prinsip SRI-KEHATI, yaitu melakukan usaha sesuai dengan prinsip berkelanjutan yang peduli terhadap lingkungan hidup, pengembangan masyarakat, hak asasi manusia, ketenagakerjaan, perilaku bisnis dan tata kelola perusahaan yang baik, dari aspek bisnis inti, aspek finansial, dan aspek fundamental. Indeks yang lahir pada Juni 2009 merupakan indeks yang pertama di ASEAN dan yang kedua di Asia berdasarkan data dari exchange and sustainable investment.

Dengan memenangkan penghargaan ini, PGN dianggap telah menerapkan serangkaian langkah yang dapat menghemat penggunaan sumber daya alam dan sumber energi lain (dengan pengelolaan gas bumi sebagai energi baik) sebagai wujud partisipasi dalam kegiatan konservasi lingkungan dan pemeliharaan lingkungan. Diharapkan, PGN dapat menjadi role model yang memicu perusahaan lain mengikuti penerapan pegnelolaan perusahaan yang baik dan bertanggung jawab sesuai dengan prinsip sustainable and responsible investment.

Melihat dari upaya dan cara kerja PGN, sesungguhnya tidak mengherankan bila perusahaan negara ini mampu mengantongi penghargaan tebaik dari SRI-KEHATI. Berbagai upaya meminimalisir perusakan lingkungan dalam proses kerjanya serta aksi-aksi pelestarian lingkungan secara konsisten telah dilakukan oleh PGN. Wujud nyata komitmen PGN terhadap upaya menjaga pelestarian lingkungan dan partisipasi terhadap mitigasi GRK adalah transformasi lingkungan terhadap seluruh lingkup kegiatan pengelolaan perusahaan. Transformasi lingkungan ini ditujukan untuk menjadikan PGN sebagai perusahaan yang lebih ramah lingkungan dengan semangat green and clean energy for life. Untuk memperjelas upaya ini, PGN merancang Roadmap Transformasi Lingkungan. Kebijakan pelaksanaan roadmap transformasi lingkungan terbaru, yaitu periode 2013-2017 meliputi berbagai kegiatan yang saling mendukung, yakni:

  • Ikut serta dalam PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) dari Kementerian Lingkungan Hidup.
  • Pengembangan perhitungan jejak karbon (carbon foot print).PGN melakukan standarisasi penghitungan emisi karbon sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat dalam mitigasi karbon akibat kegiatan operasi melalui penerapan sistem akuntansi karbon (carbon accounting), yang disebut juga Kalkulator Karbon PGN yang meliputi:
    • Emisi dari pemakaian listrik di gedung dan station
    • Emisi dari pemakaian bahan bakar untuk generator
    • Emisi dari pemakaian bahan bakar untuk kendaraan bermotor
    • Emisi dari pemakaian gas untuk chiller dan turbin kompresor
    • Emisi dari perjalanan dinas menggunakan pesawat
    • Penurunan emisi dari bisnis PGN dalam penyaluran gas bumi
  • Implementasi AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) atau UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup) dan kelengkapan ijin lingkungan. Setiap kegiatan PGN selalu dilengkapi dengan AMDAL maupun UKL-UPL serta memiliki Ijin Lingkungan dari Instansi Terkait. Sikap patuh PGN terhadap peraturan pemerintah dapat terlihat dari berbagai laporan yang sesuai dengan AMDAL maupun UKL-UPL.
  • Pelaksanaan audit energi. Tujuan kegiatan audit energi ini adalah mengidentifikasi peluang peningkatan efisiensi energi yang selanjutnya dapat ditindaklanjuti untuk mendapatkan dampak positif berupa:
    • Penurunan biaya energi
    • Peningkatan sistem manajemen energi dan secara bertahap diharapkan dapat mencapai level green energy
    • Mengetahui tempat/fasilitas pengkomsumsi energi terbesar, identifikasi tempat/fasilitas yang boros energi di dalam operasionalnya (low effeciency)
    • Peningkatan pemahaman dan kepedulian personil dalam penghematan energi dan merubah kebiasaan dari tidak peduli menjadi peduli.

 

Pelatihan di bidang lingkungan

PGN konsisten melakukan pelatihan bagi pekerjanya yang terkait baik langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan produksi, yang dimaksudkan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan transformasi lingkungan. Dua program pelatihan utama bidang lingkungan yang dilaksanakan yaitu :

  • Pelatihan Audit Internal ISO 14001
  • Pelatihan PROPER
  • Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah B3

 

Pemakaian Bahan

PGN menerapkan serangkaian langkah yang dapat menghemat penggunaan sumber daya alam dan sumber energi lain. Untuk meminimalisir dampak terhadap lingkungan, PGN menggunakan pipa yang terbuat dari bahan baja atau plastik PE dengan ketebalan yang telah diperhitungkan dengan saksama dalam pembangunan pipa transmisi maupun distribusi. Pipa diselubungi oleh lapisan PE dan pelindung lain sehingga bersifat anti karat, tahan lama dan dapat dipendam di dalam tanah untuk periode waktu yang lama (sekitar 30 tahun).

Bahan lain yang cukup penting dalam kegiatan operasional utama PGN adalah penyerap “impurities” atau filter yang ditempatkan dalam pipa. Fungsi penyerap ini adalah membersihkan kotoran berupa uap air atau zat lain yang terlarut agar kualitas gas bumi tetap terjaga. Pada setiap periode waktu tertentu bahan penyerap ini diganti dengan yang baru, sedangkan penyerap bekas diperlakukan sebagai limbah padat yang diperlakukan sesuai ketentuan yang berlaku, agar tidak mencemari lingkungan.

Pengelolaan Limbah

PGN memiliki kebijakan untuk mendaur ulang penggunaan kertasnya dimana kebijakan penggunaan kertas mereka adalah :

  • Menggunakan kertas dua sisi, untuk mencetak draft surat
  • Melakukan daur ulang sampah kertas
  • Melakukan efisiensi penggunaan kertas

 

Pengelolaan emisi karbon

PGN melaksanakan program pengelolaan emisi karbon, yakni upaya untuk mengurangi emisi karbon dari aktifitas operasional. Kegiatan operasional PGN tidak melibatkan proses pengolahan, ekstraksi dan tidak menggunakan bahan baku maupun air, hanya menggunakan energi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, emisi karbon yang dihasilkan berbanding lurus dengan konsumsi energi, sehingga pengelolaan karbon secara keseluruhan mengacu pada hasil penghematan energi dari proses identifikasi audit energi. Program pengeloaan emisi ini dimulai dari tahun 2013, dengan target mereduksi karbon sekitar 3% per tahun untuk tahun pertama

Menerapkan Hasil Rekomendasi Audit Energi Penggunaan Energi 

PGN menggunakan energi langsung maupun tidak langsung. Energi secara langsung digunakan untuk menggerakan turbin kompresor agar gas yang terdapat di dalam jaringan transmisi dapat mengalir menuju instalasi konsumen akhir, yakni seperti pembangkit listrik, kalangan industri keramik, konsumen komersial (hotel dan pusat perbelanjaan) dan konsumen rumah tangga.

Ada dua jenis sumber energi yang dapat digunakan untuk menggerakan turbin kompresor secara ekonomis, minyak diesel dan gas bumi. Atas rekomendasi audit energi, PGN menggunakan gas bumi sebagai sumber energi, mengingat penggunaannya memberikan dampak pengurangan emisi 25,3% lebih rendah dari minyak diesel. Sumber bahan baku energi yang digunakan adalah gas-bumi yang lebih ramah lingkungan. Energi tak langsung meliputi penggunaan listrik untuk memenuhi kebutuhan kantor pusat, kantor-kantor SBU, dan penerangan sekitar fasilitas operasional. Energi listrik dipasok oleh PLN maupun dari pembangkit milik sendiri (menggunakan bahan bakar gas, seperti ditunjukan pada tabel sebelumnya).

PGN melakukan beberapa program perbaikan untuk menekan penggunaan listrik, yakni:

  • Rewiring saklar lampu sesuai kebutuhan, fungsi dan penggunaan lampu jenis LED yang hemat energi secara bertahap, Realisasi program ini akan membantu penurunan emisi karbon melalui penurunan konsumsi listrik sebesar 6,16%.
  • Pemasangan unit occupation censor pada penerangan outdoor, dan Penurunan emisi karbon diperoleh dari penghematan penggunaan listrik hingga sebesar 6,18%
  • Penggunaan retrofit (penggantian rifrigeran R-22 menjadi hidrokarbon). Membantu penurunan emisi, melalui penghematan konsumsi listrik hingga sebesar 16,34%,
  • Penggunaan solar cell untuk penerangan luar di berbagai lokasi operasinya.

 

Penggantian Bahan Bakar Chiller untuk Pendingin Ruangan.

Salah satu bahan kimia berupa gas yang turut menimbulkan dampak rusaknya lapisan ozon dan memberi efek pemanasan global adalah freon, yang biasa digunakan sebagai bahan chiller atau media heat exchanger pada mesin pendingin (AC ruangan, refrigerator, coolling tower dan sejenisnya). Pada periode tertentu, yakni saat servis, biasanya ada sebagian bahan bakar chiller yang terbuang, sehingga semakin mengotori atmosfer bumi.

PGN telah merintis penggunaan gas bumi dari jaringan instalasi internal sebagai pengganti bahan bakar chiller yang tidak ramah lingkungan tersebut. Hasilnya menunjukan hal tersebut dapat berjalan dengan baik. Gas bumi yang telah digunakan sebagai bahan bakar chiller tetap dapat digunakan sebagai bahan bakar. PGN kini merencanakan perluasan penggunaan gas bumi ini sebagai chiller dengan pertimbangan:

  • Melaksanakan program langit biru yang dicanangkan pemerintah
  • Penggunaan chiller sudah diuji coba di gedung PGN SBU II Surabaya dengan hasil pendinginan yang baik.

Pemanfaatan gas bumi sebagai chiller sejak tahun 2011 di Gedung Graha PGAS membuat tidak adanya lagi penggunaan dan pengeluarkan emisi gas yang masuk kategori depleting ozon dari jenis freon ini.

Penerapan Inovasi Operasional Konversi Penggunaan Bahan Bakar Minyak dengan Gas

Selain dari stasiun pembangkit yang belum terjangkau aliran listrik, emisi gas CO2 PGN berasal dari kendaraan operasional yang kebanyakan menggunakan bahan bakar fosil tak tergantikan, yakni bensin dan solar. Melalui perhitungan ulang pada program audit energi, konsumsi BBM yang meliputi pemakaian untuk kebutuhan mesin pembangkit dan kendaraan operasional yang disewa dari perusahaan rekanan atau vendor selama tahun 2011, dengan perhitungan kalkulator karbon yang dikembangkan oleh PGN, konsumsi BBM 2011 tersebut setara dengan emisi CO2 ke atmosfer sebesar 1.194,30 ton. Sementara untuk tahun 2012, total emisi CO2 ke atmosfer adalah setara 770,38 ton.

Sejak akhir tahun 2012, berlanjut di tahun 2013 PGN semakin mengintensifkan pelaksanaan program pengurangan emisi CO2 dari kendaraan operasional dengan menerapkan penggunaan BBG sebagai pengganti BBM. BBG yang digunakan adalah CNG (compressed natural gas) yang memiliki tingkat emisi 20% lebih rendah dari BBM. Sampai akhir tahun 2013, PGN telah melakukan konversi BBM terhadap 114 kendaraan operasional. Program konversi akan PGN lanjutkan terhadap seluruh unit kendaraan operasional PGN yang memungkinkan untuk dikonversi.

PGN juga melaksanakan beberapa upaya untuk mengurangi emisi CO2 ke atmosfer, yang meliputi:

  • Uji emisi kendaraan operasional untuk memastikan emisi yang dihasilkan sesuai ambang batas yang ditetapkan pemerintah
  • Membatasi pemakaian peralatan elektronik termasuk komputer dan sejenisnya, sesuai jam kantor.

Untuk mengurangi emisi gas polutan dari proses pembakaran BBM pada mesin genset di instalasi stasiun kompresor dan kendaraan operasional berupa NOx dan SOx yang jumlahnya sangat dipengaruhi oleh kondisi mesin, PGN senantiasa melakukan perawatan atas mesin2 genset secara berkala. Untuk memonitor unjuk kerja mesin, PGN secara berkesinambungan melakukan pengukuran kualitas udara ambien di lokasi tertentu, agar tidak melewati BML yang ditetapkan. Contoh pengukuran ini dapat dilihat pada uraian “Pemantauan Lingkungan.”

Penyediaan MRU ( Mobile Refueling Unit ) Sebagai bentuk partisipasi aktif PGN dalam mendukung program konversi penggunaan BBM menjadi BBG, PGN merealisasikan program pembangunan MRU (mobile refueling unit). MRU merupakan sebagai stasiun mobile pengisian bahan bakar gas untuk kendaraan bermotor sebagai pilot project dalam rangka kampanye penggunaan energi gas bersih dan ramah lingkungan yang ditempatkan di area halaman kantor pusat PGN. PGN menyediakan MRU untuk memasok bahan bakar kendaraan operasional PGN, Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, Telkom serta PT Bianglala dan Transjakarta sebesar 5 MMscfd seluruh Indonesia, untuk Jakarta sebesar +2.000m3/day di lapangan Monas Jakarta Pusat.

Upaya Konservasi Air
Penggunakan air PGN hanya sebatas media pendingin pada instalasi pompa-pompa kompresor dan kegiatan domestik pada kantor-kantor pendukung operasional. Sumber air pada kantor-kantor pendukung utama berasal dari sumber air PDAM dan air sumur dalam. Pengambilan air sumur dalam pada kantor utama sesuai dengan batas kuantitas yang ditetapkan melalui peraturan. Total konsumsi air PDAM selama tahun 2013 mencapai 51.785 m3. Sedangkan konsumsi air PDAM untuk tahun 2012 adalah 47.398 m3 dan di tahun 2011 sebesar 48.088 m3.

Untuk mendukung upaya konservasi air tanah, PGN memanfaatkan areal terbuka sekitar gedung kantor pusat yang cukup luas sebagai daerah resapan air. Pada daerah yang ditetapkan sebagai areal resapan air, PGN membuat lubang-lubang biopori sebagai media peresapan air hujan atau air limpasan kedalam tanah. Dengan cara demikian, kondisi muka air tanah relatif terjaga sehingga tidak ada keluhan dari masyarakat sekitar maupun dari instansi terkait yang berwenang mengenai penurunan muka air tanah. Hingga akhir tahun 2013, PGN telah membuat 51 lubang biopori di seluruh area kelolaan PGN.

Pada penggunaan air sebagai media pendingin, PGN menerapkan close-loop system, sehingga tidak ada air yang dibuang. Seluruh air yang telah digunakan, setelah mengalami pendinginan terbuka, digunakan kembali sebagai media pendingin. Sebagian air yang tidak digunakan, langsung dikembalikan ke badan air terdekat tanpa melalui proses daur ulang.

PGN melakukan proses daur ulang di kantor pusat operasional menggunakan metoda filtrasi dengan bahan penyerap karbon. Air dari hasil proses daur ulang ini PGN gunakan untuk aplikasi terbatas, seperti pencucian kendaraan operasional dan penyiraman tanaman penghijuan, sebelum kemudian dialirkan ke saluran air terdekat.

Realisasi Pelestarian Alam PGN melalui Program Bina Lingkungan 
Selain melalui kegiatan operasional, PGN menunjukkan komitmen pelestarian alam melalui kegiatan yang dilaksanakan melalui Program Bina Lingkungan dan Program TJSL. Kegiatan pelestarian melalui program ini lebih berupa upaya edukasi, partisipasi dan bantuan dengan tujuan tumbuh dan berkembangnya kesadaran masyarakat luas akan arti penting kelestarian alam bagi kehidupan masa kini maupun generasi mendatang. Total dana yang PGN gunakan untuk tahun 2013 mencapai sejumlah Rp 7,76miliar atau sekitar USD.637.560,39 dengan berbagai kegiatan yang PGN lakukan dalam rangka Bina Lingkungan dan TJSL, meliputi:

  • Program penanaman 488.175 pohon pada kawasan hutan Sentul eco-edu-tourism forest di lahan seluas 709 Ha, Sentul-Bogor, Jawa Barat
  • Program penanaman 2.500 pohon di Sidoarjo, Jawa Timur
  • Program penanaman 10.000 pohon di kawasan wisata Kasongan, Yogyakarta.

 

Penghijauan untuk Menyerap CO2

Pada tahun 2013, PGN telah menaman pohon pada areal sekitar bekas galian pipa transmisi, distribusi maupun area kantor pendukung operasi. Jumlah pohon yang PGN tanam adalah sekitar 500.675 pohon, dengan lokasi penanaman di sekitar Serang, Bogor, Pasuruan, Bekasi, Jakarta, Lampung, Pagar Dewa, Palembang dan Banyu Asin.

Penghijauan untuk Menyerap CO2 PGN dengan merealisasikan program penghijauan di sekitar area operasional dan area-area sekitar proyek pembangunan jalur pipa transmisi utama, adalah bagian dari upaya mengurangi emisi CO2. Dengan memanfaatkan kemampuan vegetasi dalam menyerap CO2, PGN memilih beberapa jenis tanaman yang memiliki kemampuan absorpsi CO2 yang baik namun tidak akan mempengaruhi kondisi jalur pipa transmisi maupun kegiatan operasional di kantor-kantor pendukung operasi.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pelaksanaan berbagai program pelestarian alam dengan salah satu tujuan utama adalah mengelola dan menurunkan emisi CO2 dari kegiatan operasional, PGN menganggarkan sejumlah dana untuk mendukung kelancaran realisasi program tersebut. Untuk tahun 2013, total anggaran yang PGN realisasikan mencapai nilai sebesar Rp11,24 miliar, dengan perincian sebagai berikut. Jumlah tersebut belum termasuk anggaran pelaksanaan kegiatan pelestarian alam yang dilakukan melalui Program Bina Lingkungan dan TJSL.

Walaupun kegiatan operasional PGN telah menerapkan berbagai perlindungan lingkungan hidup dan penghematan energi, namun tak dapat dipungkiri tetap menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Kegiatan operasional PGN masih menambah emisi GRK atau disebut juga emisi karbon (CO2) di atmosfer dan mengemisikan zat perusak ozon. Keduanya menyebabkan terjadinya pemanasan global.  Oleh sebab itu PGN secara terus-menetus melakukan upaya pelestarian lingkungan hidup dan meminimalisir perusakan lingkungan hidup. Berbagai kegiatan tersebut menunjukan komitmen PGN dalam menjaga kelestarian alam dan memberi inspirasi kepada masyarakat luas, termasuk karyawan untuk semakin menyadari pentingnya lingkungan hidup yang bersih dan lestari bagi kehidupan kini dan masa mendatang.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sumber: mongabay.co.id,

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

2 thoughts on “PGN: Perusahaan Mawas Lingkungan Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s