Posted in Uncategorized

Gas Bumi PGN untuk pelestarian lingkungan hidup

Perekonomian yang terus tumbuh dengan pesat di Indonesia membutuhkan pasokan energi yang semakin banyak. Upaya penyediaan energi dari berbagai sumber daya di Indonesiapun terus didorong untuk berkembang agar dapat memenuhi kebutuhan energi tersebut. Pada Hari Bumi tanggal 5 Juni lalu, kita diminta untuk berhenti sejenak dan berpikir, di tengah hiruk pikuk pembangunan, untuk memperhatikan masalah lingkungan hidup. Setiap tahun kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia terus melonjak. Kebutuhan BBM Indonesia mencapai 165 juta barrel per tahun pada tahun 2015. Namun, seperti kita semua telah ketahui, BBM adalah sumber daya energi yang tidak ramah energi. Selain pasokannya di Indonesia dan dunia semakin sedikit, penggunaannya secara terus-menerus juga menimbulkan perusakan lingkungan hidup yang signifikan. Oleh sebab itu, telah muncul upaya-upaya untuk menggantikan penggunaan BBM ke sumber energi baik lainnya, salah satunya yang memiliki potensi yang dianggap paling baik adalah gas bumi. Gas bumi merupakan salah satu sumber daya alam di Indonesia yang melimpah, murah (sekitar Rp 3.100 per liter) dan ramah lingkungan.

PT Perusahaan Gas Negara (Persero), Tbk, disebut juga PGN merupakan perusahaan BUMN yang didirikan untuk mendistribusikan gas dan mentransmisikan gas dari daerahdaerah penghasil gas, yakni sumur-sumur gas di kawasan eksploitasi minyak dan gas, ke daerah industri pengguna, maupun kawasan pemukiman. PGN memiliki posisi yang cukup signifikan dalam mendukung program swasembada energi Indonesia serta konversi menuju penggunaan energi baik dalam hal ini gas bumi.  PGN percaya bahwa gas bumi adalah masa depan energi di Indonesia, yang berpotensi memberikan pasokan yang cukup besar untuk periode yang cukup panjang.

Untuk merealisasikan konversi penggunaan BBM yang masih jamak dilakukan di Indonesia menjadi gas bumi sebagai energi baik yang lebih ramah lingkungan, PGN berupaya memperluas jangkauan layanan sehingga masyarakat dapat menikmati bahan bakar gas bumi. Salah satu upaya PGN lainnya untuk mendorong hal ini adalah rencana untuk mengkonversi sumber-sumber daya kaya gas di Indonesia menjadi energi yang mendorong pertumbuhan ekonomi: energi untuk kehidupan. PGN juga terus mendukung konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas bumi. Pembangunan SPBG adalah salah satu wujud komitmen PGN untuk mendukung konversi energi dari BBM ke gas bumi di sektor transportasi untuk mendorong masyarakat melakukan penghematan bahan bakar dengan menggunakan gas, yang lebih ekonomis, aman, ramah lingkungan.

Untuk itu, PGN terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak agar pemanfaatan gas bumi bisa dilakukan lebih maksimal. Salah satu yang dilakukan adalah dengan membangun stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) pertamanya di wilayah Jabodetabek di kawasan Pondok Ungu, Bekasi, pada akhir tahun 2013. Selain itu, PGN juga menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Perum Damri dalam hal penyediaan dan pemanfaatan gas bumi untuk bahan bakar bus dan truk milik BUMN transportasi itu. Tak ketinggalan, PGN menjalin kerjasama dengan PT Zebra Energy untuk menyediakan gas bumi yang akan dikompres menjadi CNG. PGN juga bekerjasama pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkab Sukabumi untuk mengembangkan infrastruktur dan memenuhi kebutuhan gas untuk transportasi dan industri di wilayah tersebut.

Secara internal, PGN juga melakukan berbagai upaya untuk penggunaan gas bumi sebagai energi baik. Upaya tersebut direalisasikan dengan penerapan inovasi konversi penggunaan Bahan Bakar Minyak dengan Gas untuk operasional perusahaan. Sejak akhir tahun 2012, berlanjut di tahun 2013 PGN menerapkan program pengurangan emisi CO2 dari kendaraan operasional dengan menerapkan penggunaan BBG sebagai pengganti BBM. BBG yang digunakan adalah CNG (compressed natural gas) yang memiliki tingkat emisi 20% lebih rendah dari BBM. Sampai akhir tahun 2013, PGN telah melakukan konversi BBM terhadap 114 kendaraan operasional. Program konversi akan dilanjutkan terhadap seluruh unit kendaraan operasional PGN yang memungkinkan untuk dikonversi.

Realisasi lain dari program konversi penggunaan BBM menjadi BBG adalah dengan penyediaan MRU ( Mobile Refueling Unit ). MRU merupakan sebagai stasiun mobile pengisian bahan bakar gas untuk kendaraan bermotor sebagai pilot project dalam rangka kampanye penggunaan energi gas bersih dan ramah lingkungan yang ditempatkan di area halaman kantor pusat PGN. PGN juga menyediakan MRU untuk memasok bahan bakar kendaraan operasional PGN, Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, Telkom serta PT Bianglala dan Transjakarta sebesar 5 MMscfd di seluruh Indonesia, untuk Jakarta sebesar +2.000m3/day di lapangan Monas Jakarta Pusat. Penghijauan untuk Menyerap CO2.

Gas bumi memiliki potensi besar sebagai masa depan energi di Indonesia, yang berpotensi memberikan pasokan yang cukup besar untuk periode yang cukup panjang. Kedepannya, penggunaan energi ini akan diperkirakan semakin besar seiring dengan timbulnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Ketika kesadaran masyarakat untuk penggunaan energi baik telah kuat, dukungan untuk konversi kepada penggunaan energi baikpun menjadi lebih besar. Upaya pelestarian lingkungan hidup pun menjadi lebih nyata dan serentak.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sumber: bisniskeuangan.kompas.combisniskeuangan.kompas.commedia.corporate-ir.net

 

 

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

2 thoughts on “Gas Bumi PGN untuk pelestarian lingkungan hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s