Posted in Uncategorized

Akses Gas Bumi di Tarakan kini semakin terbuka

Akses masyarakat Tarakan, Kalimantan Utara untuk energi dan gas bumi yang lebih terjangkau dan mudah selama ini masih tersendat. Selama ini mereka terpaksa menggunakan elpiji dari Petronas karena langkanya elpiji melon (3 Kg) dari Pertamina. Selain sulit dicari, pembeliannya juga dijatah. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang warga di Jalan Niaga 1, Kelurahan Balik, Kota Tarakan, bahwa setiap warga hanya boleh membeli satu tabung LPG 3 kg dan didaftar berdasarkan Kartu Keluarga dan KTP. Warga di wilayah ini tergantung dengan produk dari perusahaan minyak dan gas dari asal Malaysia tersebut.

Hal ini  makin diperparah dengan sering tersendatnya suplai listrik. Kejadian pemadaman listik yang lebih dari sebulan Maret lalu mencerminkan kondisi penyediaan energi di Tarakan. Karena gangguan suplai listrik dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT Idec Abadi Wood Industries pasokan listrik di kawasan Tarakan, menjadi terganggu. Dari daya listrik 40 megawatt (mw) pada beban puncak, PLN Tarakan harus kehilangan 5 mw lantaran rusaknya PLTU milik PT Idec Abadi Wood Industries. Akibatnya, daya listrik dari perusahaan kayu itu terhenti total hingga sebulan ke depan. Sebelum pemadaman, PLN telah memberlakukan pemadaman bergilir. Dapat dibayangkan apa yang dirasakan warga ketka pemadaman listrik berlarut-larut dan terjadi kelangkaan pada gas.

Tentunya kondisi ini memprihatinkan, karena Tarakan sebelumnya dikenal sebagai kota penghasil minyak dan gas. Namun kenyataanya, kota terbesar di Provinsi Kalimantan Utara dengan penduduknya sekitar 293.787 jiwa tersebut, saat ini menggantungkan ketersediaan energinya dengan LPG dari Petronas, perusahaan minyak dan gas asal Malaysia.

Untungnya, PGN dengan mandat dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membangun jaringan gas (Jargas) rumah tangga ke 21.000 sambungan rumah di Tarakan. Direktur PGN, Dilo Seno Widadgo, menyatakan sambungan gas rumah tangga sebanyak 21 ribu rumah di Tarakan tersebut meliputi 7 sektor di 6 kelurahan, yakni Kelurahan Kampung 1 Skip, Kelurahan Gunung Lingkas, Kelurahan Karang Anyar, Kelurahan Pamusian, dan Kelurahan Selumit.

Saat ini, sudah terdapat sebanyak 3.366 rumah tangga di Tarakan yang memanfaatkan energi baik gas bumi dari PGN. Rumah tersebut berada di Kelurahan Sebengkok dan Kelurahan Karang Balik, Tarakan. Jaringan gas tersebut dibangun Kementerian ESDM pada 2010 dan kemudian pengelolaanya dipercayakan kepada PGN. Dengan tambahan 21.000 sambungan yang dibangun PGN tahun ini dengan pendanaan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp 225 miliar, maka total akan ada sekitar 24.336 rumah tangga di Tarakan menikmati gas bumi.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sumber: republika.co.id,jawapos.com

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s