Posted in Uncategorized

Transformasi Usaha Gas Bumi PGN 2015

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk telah melalui berbagai iklim usaha dan tantangan demi tantangan dalam upaya pengelolaan usaha Gas Bumi PGN di Indonesia. Pergeseran nilai untuk pengelolaan energi yang terbarukan dan berkelanjutan atau energi baik yang ramah lingkungan juga telah dapat dilihat oleh PGN. Oleh sebab itu acara PGN Transformation Meeting 2015 ini diadakan.

Direktur Utama PGN, Hendi Priyo Santoso saat membuka acara menjelaskan tujuan dari transformasi PGN. Transformasi PGN dimaksudkan untuk melakukan perbaikan yang dapat diterapkan secara top-down dengan baik sehingga dapat mencapai visi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk yaitu “Menjadi Perusahaan Energi Kelas Dunia di Bidang Gas Pada Tahun 2020”. Transformasi ini sejalan dengan tujuan strategis jangka panjang PGN yaitu menciptakan usaha existing yang semakin kuat, usaha baru di sepanjang rantai bisnis gas bumi, dan organisasi kelas dunia dari segi reputasi, pertumbuhan, dan profitabilitas. Transformasi ini juga mengandalkan lima nilai utama PGN, yaitu profesionalisme , penyempurnaan terus-menerus, integritas, keselamatan kerja, dan pelayanan prima.

Saat ini Indonesia bukan lagi negara yang kaya akan minyak dan sebaliknya sudah menjadi importir permanen bahan bakar minyak (BBM). Hal ini disebabkan, tingginya konsumsi dan ketergantungan BBM yang tidak sebanding dengan cadangan atau produksi minyak nasional yang terus merosot. Padahal, Indonesia memiliki cadangan gas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan industri dan transportasi. Sehingga dari sisi ketersediaan gas, bisa dipastikan tidak ada kendala yang berarti. Namun ketersediaan BBG saat ini belum dapat diandalkan karena minimnya infrastruktur gas, seperti regulasi yang kedaluwarsa dan lambannya pertumbuhan pipanisasi. Hal tersebut yang membuat industri ragu kalau harus mengandalkan sumber energinya pada gas bumi, sehingga BBM menjadi sumber energi utama bagi mereka.

PGN awalnya adalah single entity operating unit dengan fokus bisnis transmisi dan distribusi gas sampai periode tengah 2000-an. Namun, pada tahun 2009-201010, banyak perubahan terjadi. Pertama, dengan makin banyak kompetitor yang bermunculan, dari 10 BUMN kini menjadi 74. Poin ke dua adalah regulasi BUMN yang berubah sehingga mendukung munculnya kompetitor-kompetitor tersebut. Poin yang ke-tiga, para pembuat kebijakan yang malah memberi kemudahan bagi kompetitor PGN.

Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2009 adalah peraturan yang memberikan tantangan kepada pengelolaan gas bumi oleh PGN tersebut. Tata kelola gas bumi yang semerawut memungkinkan adanya pelaku atau trader yang tidak memiliki infrastruktur meraup keuntungan. Dalam aturan tersebut, siapa pun perusahaannya, walau tidak memiliki infrastruktur pipa gas sama sekali, boleh menjadi perusahaan pemegang izin usaha niaga gas, alias trader gas. Menteri ESDM Sudirman Said mengakui ada sekitar 80% trader gas di Indonesia saat ini adalah perusahaan gas yang tidak punya modal, bahkan malah bisa punya alokasi gas bumi. Hal ini terjadi karena ada aturan yang sampai saat ini berlaku yang mengizinkan perusahaan tanpa modal infrastruktur bisa jadi trader gas bahkan bisa memiliki alokasi gas bumi.

Dampak dari celah peraturan ini sangat terasa bagi pegawai PGN di bagian pasokan, sisi transmisi, dan yang memproses regulasi dan perijinan. Oleh sebab itu Hendi Priyo Santos menegaskan untuk menguatkan bisnis upstream dan untuk dapat memiliki cadangan molekul gas sendiri. Hal ini selain untuk menjawab tantangan, juga untuk memenuhi tujuan PGN untuk berbisnis di semua mata rantai gas bumi.

Bila sebelumnya PGN hanya sebuah perusahaan dengan kegiatan distribusi dan transmisi gas bumi lewat pipa, kini PGN telah menjadi perusahaan energi yang menjalankan produksi lapangan gas, pengaliran gas melalui berbagai moda, baik pipa, gas alam cair (liquid natural gas/LNG), gas bertekanan tinggi (compressed natural gas/CNG), maupun kegiatan hilir, seperti engineering, pemeliharaan sistem jaringan pipa gas, dan pengelolaan jaringan serat optik untuk mendukung pengelolaan usaha secara keseluruhan. PGN menyatakan kesiapannya untuk menjadi badan penyangga gas bumi dan penyedia energi baik.

Saat ini, PGN memperoleh gas dari berbagai pemasok dan berbagai lokasi lapangan gas. Pemasok gas PGN itu, antara lain Conoco Philips, Medco, Santos, dan PT Pertamina (Persero). Adapun harga beli gas dari pemasok di hulu tersebut ditentukan pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM. Harga beli gas dari hulu itu pun berbeda-beda. PGN kemudian memasukkan gas dari berbagai sumber yang berbeda. Dengan harga beli yang berbeda tersebut, melalui sebuah “lumbung”, kemudian PGN menentukan harga kepada pelanggan mereka sehingga pelanggan PGN mendapat harga yang sama kendati mereka berada di wilayah yang berbeda.

Pada tahun 2015 telah memiliki model usaha yang lebih lengkap, dari upstream, mainstream sampai downstream. PGN juga telah memiliki cadangan baru untuk gas bumi baik di dalam maupun luar Indonesia. Salah satunya adalah cadangan gas bumi dari Texas yang dapat diliquifikasi untuk dibawa ke indonesia. Untuk kedepannya, diharapkan agar transformasi PGN ini dapat berjalan baik, sehingga impian agar Indonesia mampu bukan hanya mencapai swasembada energi dengan gas bumi, namun juga swasembada energi baik.

 

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Sinergi

Sumber: Youtubemedia.corporate-ir.nethendipriosantoso.info

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

One thought on “Transformasi Usaha Gas Bumi PGN 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s