Posted in Uncategorized

Kemenangan PGN di ASEAN-OSHNET: peningkatan wawasan kondisi lingkungan kerja di Indonesia

Saya tertarik untuk membicarakan mengenai keberhasilan PGN yang karena selama 3 tahun berturut-turut (2013-2015) tidak pernah mengalami kecelakaan kerja (zero incident) memenangkan ASEAN Occupational Safety and Health Network (ASEAN-OSHNET) pada tanggal 27 April 2016. Sangat menarik untuk dapat melihat seberapa jauh kesadaran negara-negara ASEAN untuk melindungi tenaga kerja telah bertumbuh dan pengaruh dari kemenangan PGN sebagai salah satu perusahaan negara Indonesia yang mampu menjawab tantangan tersebut.
Negara anggota ASEAN berkomitmen untuk bekerja sama untuk menurunkan angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga kerja. Dalam menyambut AFTA, negara-negara ASEAN  perlu mempersiapkan diri terhadap tantangan perdagangan bebas yang menuntut minimnya angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Salah satu upaya yang dilakukan Indonesia dan negara-negara ASEAN adalah melakukan revitalisasi pengawasan ketenagakerjaan. Pengawasan ini menitikberatkan pada peningkatan kualitas dan kuantitas pengawas, penegakan hukum keternagakerjaan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis bidang pengawasan tenaga kerja.
ASEAN-OSHNET merupakan jawaban dari kebutuhan negara-negara ASEAN untuk peningkatan perlindungan tenaga kerja. Berawal pada Program ILO (Internasional Labour Organization) untuk peningkatan kondisi kerja dan Lingkungan (Programme for the Improvement of Working Condition and Environment (PIACT), yang diluncurkan pada tahun 1976. Pada seminar ILO yang diselenggarakan pada tahun 1984 untuk negara-negara ASEAN, direkomendasikan untuk mendirikan pusat regional untuk mendata dan menyebarkan informasi di ASEAN dan mengelola penelitian dan pelatihan peningkatan kondisi dan lingkungan kerja.

 

Pada tahun 1995, Sekretariat ASEAN memperoleh dana UNDP untuk melakukan studi kelayakan untuk membangun sebuah Pusat Pelatihan ASEAN/jaringan untuk Perbaikan Kondisi Kerja dan Lingkungan. Studi kelayakan ini dilakukan pada tahun 1996, dan lokakarya untuk meninjau studi kelayakan diselenggarakan di Manila pada bulan Oktober 1996. Lokakarya yang dihadiri oleh kepala National OSH Center dan pakar nasional dari tujuh negara anggota ASEAN menyepakati lima rekomendasi berikut:

1. Mendirikan ASEAN-OSHNET antar Pusat OSH Nasional di negara-negara anggota ASEAN

2. Membentuk Badan Koordinasi ASEAN-OSHNET yang terdiri dari kepala Pusat OSH Nasional atau setara, yang melaporkan langsung ke Sub-komite ASEAN Urusan Tenaga Kerja (ASCLA). Dewan akan mengawasi operasi dari ASEAN-OSHNET, perencanaan dan pelaksanaan Rencana Aksi.

3. Dewan Koordinasi ASEAN-OSHNET akan bertemu dua kali setahun, dan tugas pertamanya adalah mendirikan sekretariat jaringan.

4. ASEAN-OSHNET merupakan proyek utama dari ASCKA, dan,

5. Mengajukan enam proyek pada Rencana Usulan Aksi Empat Tahun (FYPA).

 

Indonesia pernah menjadi tuan rumah lokakarya formulasi strategi penelitian tingkat keselamatan dan kesehatan kerja kerja, 28-30 September yang merupakan tindak lanjut dari pertemuan ASEAN OSHNET ke-11 di Bali, April. Lokakarya tersebut merupakan ajang untuk berbagi, bertukar pikiran dan pelajaran mengenai K3 di antara negara-negara ASEAN dan melakukan penelitian kolaborasi dan mendiskusikan topik kerja sama penelitian K3 yang menjadi kebutuhan dan prioritas dalam komunitas ASEAN.
Saya melihat bahwa negara-negara ASEAN telah melakukan upaya-upaya dalam mendefinisikan dan menyelaraskan perlindungan lingkungan kerja yang pada akhirnya diharapkan dapat menaikkan standar kondisi lingkungan kerja. Indonesia sebagai salah satu pendiri ASEAN dan negara Asia Tenggara sumber daya manusia terbanyak di Asia Tenggara telah ikut andil dalam upaya ini. Menurut saya Indonesia adalah negara yang memiliki pengaruh besar untuk menentukan arah perlindungan lingkungan kerja di Asia Tenggara. Sehingga, merupakan suatu berita yang menggembirakan ketika PGN sebagai perusahaan negara Indonesia berhasil memenangkan penghargaan ASEAN-OSHNET dengan zero incident.
Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya yang paling signifikan terbantu dengan adanya UMKM. Sifat dari UMKM yang banyak dan tersebar tentu saja menimbulkan kesulitan dalam menerapkan standar dan pengawasan lingkungan kerja. PGN dalam hal ini sebagai perusahaan besar, terlebih lagi perusahaan negara, memiliki andil besar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan keamanan lingkungan kerja. Jika peningkatan keamanan kerja dapat diperlihatkan sehingga menambah wawasan masyarakat, seperti contohnya dengan kemenangan PGN pada ASEAN-OSHNET ini, penyebaran informasi dan kesadaran perlindungan kondisi kerja dapat dilaksanakan secara top-down. Hal ini tentu saja sangat berguna bagi karakteristik pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan menjamurnya UMKM.

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Sumber: republika.co.idk3-community.blogspot.co.idaseanoshnet.org

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s