Posted in Uncategorized

PGN: satu langkah menuju Back to the Future?

Jika membicarakan FSRU Lampung yang diawaki oleh PGN, saya jadi teringat dengan film Back to the Future. Loh, apa hubungannya? Dengan kargo LNG kedua yang diterima FSRU Lampung dari Kilang Tangguh di Papua, berarti semakin banyak energi ramah lingkungan yang bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia. Semakin dekat pula jalan Indonesia menuju pemenuhan energi yang ramah lingkungan. Jika Indonesia bisa memenuhi kebutuhan energinya dengan sumber energi yang ramah lingkungan, apalagi jika bisa 100%, dalam bayangan saya impian ini benar-benar futuristik sekali. Ya seperti Back to the Future itu lah. Dimana mobil terbang berseliweran tanpa gas buangan sedikitpun, baju-baju modern dapat berganti warna dalam sekejab dan anak cucu mereka bisa hidup lebih lama di Bumi tanpa terganggu polusi. Indah sekali bukan?

Banyak pengamat lingkungan hidup di dunia yang melihat gas alam sebagai jembatan dari penggunaan bahan bakar fosil yang mendominasi pemenuhan energi saat ini, menjadi bahan bakar terbarukan di kemudian hari. Untuk energi yang sama yang dihasilkan oleh gas alam, karbon dioksida yang dihasilkan sebagai penyebab utama pemanasan global hanyalah setengah dari yang dihasilkan batu bara. Karena salah satu penggunaan utama gas alam adalah sebagai sumber pembangkit listrik, penggunaan gas alam semakin menjadi populer karena pembakarannya lebih bersih daripada minyak dan batubara dan menghasilkan lebih sedikit gas rumah kaca. Potensi dari gas alam ini memungkinkan proses transisi dari bahan bakar fosil menuju bahan bakar yang ramah lingkungan sehingga dapat membantu melawan pemanasan global

FSRU Lampung adalah salah satu upaya PGN untuk mendukung suplai gas bumi yang lebih ramah lingkungan di Indonesia. Selain untuk memenuhi kebutuhan gas bumi bagi pelanggan seperti industri, komersial, UKM dan rumah tangga, keberadaan FSRU Lampung juga untuk mendukung sektor kelistrikan.

Proyek listrik 35.000 Mega Watt (MW) ini digagas oleh Presiden Joko Widodo. Proyek ini terutama diperuntukkan untuk listrik di wilayah Jawa bagian barat,  Sumatera bagian selatan, kepulauan Riau dan Bangka Belitung. Namun sangat mungkin proyek ini kedepannya dapat mencakup pemenuhan energi di seluruh Indonesia. Bayangkan betapa menyenangkannya Indonesia di masa depan jika semua pemenuhan energinya dari kegiatan masak-memasak rumah tangga sampai energi listrik bagi pabrik-pabrik besar dapat dipenuhi dengan energi yang ramah lingkungan. Bukankan salah satu ciri bangsa dengan peradaban tinggi adalah dari kesadarannya untuk mencintai bumi?

Indonesia di masa depan, urusan nanti Busway diganti dengan mobil terbang atau bajaj terbang sungguh saya kurang paham. Tapi moga-moga,  satu hal yang paling saya dambakan, Bumi Indonesia jadi semakin indah. Sedih rasanya semakin hari membaca berita bagaimana bangsa kita begitu ketergantungan dengan energi tidak ramah lingkungan, bahkan untuk pemenuhan listriknya. Sebagai orang Jakarta setiap hari saya dapat melihat bagaimana efek polusi dari sumber energi yang tidak ramah lingkungan ini menggantung di langit kota. Padahal rasanya ingin sekali bisa menghirup udara segar sambil makan bakso di pinggir jalan. Walaupun kemungkinan bakso murah jorok dan nikmat tidak akan ada lagi jika mobil listrik terbang ramah lingkungan sudah jamak di Indonesia, tapi sungguh saya rela.

Tulisan ini disumbangkan untuk situs Si-Nergi

Sumber: ekonomi.metronews.com bisnis.liputan6.comhaziralngandport.com

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

One thought on “PGN: satu langkah menuju Back to the Future?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s