Posted in Uncategorized

Aksi-aksi kecil ramah energi untuk bumi

Tanggal 22 April 2016 yang lalu, seluruh dunia memperingati Hari Bumi atau Earth Day. Hari Bumi adalah hari pengawasan bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970 seorang pengajar lingkungan hidup.Kini hari bumi diperingati di lebih dari 175 negara dan dikoordinasi secara global oleh Jaringan Hari Bumi (Earth Day Network).

Semua orang di seluruh dunia turut merayakan Hari Bumi dengan berbagai cara. Earth Day Network yang mengkoordinir Hari Bumi secara global menargetkan penanaman 7,8 milyar pohon untuk Bumi hingga 2020 mendatang. Sedangkan di Indonesia sendiri memperingatinya dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di berbagai daerah seperti Medan; Jakarta; Bogor; Bandung; Tangerang; Karawang; Kulon Progo; Semarang; Surabaya; Sidoarjo; Badung, Bali; Sintang, Kalimantan Barat; Balikpapan; Gorontalo; Manado; Kupang; dan Ambon. Salah satunya dilakukan oleh Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) bersama Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan, Fuji Xerox dan Pemuda Pramuka dengan mengadakan gerakan “1000 Mangrove untuk Menyelamatkan Bumi” di kawasan Konservasi Hutan Mangrove “Elang Laut”.

Bagaimana dengan kita sendiri? Banyak dari kita yang turut meramaikan dengan melakukan aksi-aksi ramah lingkungan. Mungkin kita sudah hapal denagn beragam himbauan yang muncul di berbagai media sosial untuk memperingati hari bumi seperti mematikan lampu selama satu jam, atau meme-meme lucu dengan pesan ramah lingkungan. Hari Bumi juga menjadi ajang untuk kita menjadi lebih mawas energi. Banyak yang mengikuti, banyak pula yang sambil lalu.

Hari Bumi dengan berbagai muatan pesan ramah lingkungannya sangat penting untuk memupuk kesadaran pelestarian alam. Namun, apakah satu hari sudah cukup untuk melakukan tindakan ramah lingkungan? Tentu saja tidak. Pelestarian lingkungan adalah gaya hidup yang harus dilakukan terus-menerus dari hari ke hari. Lalu, kita harus mulai dari mana? Apakah kita harus berhenti menggunakan listrik dan kembali ke alam seperti pejuang lingkungan hidup yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk bumi? Hmm… mungkin masih terlalu jauh ya.

Aksi-aksi kecil ramah lingkungan. Ya, saya masih ingat pikiran pertama yang muncul di kepala saya ketika mulai tergerak untuk memperhatikan isu lingkungan. Rasanya berat untuk meninggalkan alat-alat perlengkapan yang terbuat dari plastik atau menggunakan baking soda untuk mencuci rambut seperti yang dilakukan salah satu teman saya. Namun, lebih berat lagi bagi saya untuk tidak memperdulikan Bumi yang sudah tua ini. Lalu bagaimana? Saya mulai dari hal-hal sederhana.

Saya pernah memulai program kecil-kecilan dengan salah satu organisasi kepemudaan di kota saya dulu. Saya menciptakan Green Pin Project yaitu menyebarkan pin hijau dengan tips-tips mudah ramah lingkungan seperti “Mengurangi satu lembar tissue sehari, saya menyelamatkan satu pohon dalam setahun.” WOW, fantastis bukan? Mudah, ramah, bumi tetap indah.

Program ini idenya bagus, tapi kemudian saya teringat “Loh, pin kan plastik juga ya. Kalau programnya berkembang nanti banyak pin plastik bakal sampah tak terurai dooong.” Pemikiran ini lah yang kemudian menutup usia Green Pin Project tercinta saya. Tapi tidak semua sia-sia, kembali ke pemikiran bahwa ini adalah ide bagus. Saya berniat untuk membuka kembali program ini dengan menyebarkannya di media sosial. Minus sampah, mudah tersebar dan pastinya dapat membuat perubahan. Tapi sekarang saya ingin menuangkannya di sini dulu.

Saya ingin berbagi tips mudah yang dapat dilakukan segera, beserta dampak positifnya. Biar kita langsung merasa enak hati kan 😀

  1. Kurangi penggunaan tissue satu lembar sehari saja, dalam setahun kita sudah menyelamatkan satu pohon. Banyak negara kini sudah mewajibkan produsen tissue di negaranya untuk menggunakan kapas sebagai bahan dasar. Namun masih lebih banyak negara yang belum mencanangkannya di dalam hukum. Salah satunya Indonesia. Karena kita tinggal di Indonesia dan bukan di Amrik, yuk mulai mengurangi penggunaan tissue.
  2. Hindari menggunakan wadah sekali pakai. Ya, wadah apapun, baik bahan dasar kertas apalagi plastik dan styrofoam. Kalau kita ke supermarket bawa tas sendiri, taruh di depan pintu kamar agar ingat. Pengalaman pribadi, saya sering lupa bawa ketika belum ditaruh di tempat yang terlihat. Alhasil ketika saya mulai rutin membawa, sampah kantong plastik saya berkurang drastis. Bayangkan betapa banyaknya sampah kantong plastik seluruh umat manusia. Bawa botol minum sendiri agar tidak usah beli air mineral botolan. Kalau sedang ke atm yang ada bank-nya, sekalian isi ulang di galon mineralnya hehehe. Kalau ke restoran atau ngafe, hindari pemakaian alat makan plastik, sedotan dan gelas sekali pakai. Banyak lagi sebenarnya, intinya, kalau sekali pakai hindari saja.
  3. Mulai gunakan kendaraan umum. Iya sih kendaraan umum kita kurang nyaman ya. Nggak bisa sambil nulis puisi dan lihat pemandangan kota. Tapi kalau tidak mulai dari sekarang kapan lagi? Mari mulai menjadi pengguna aktif kendaraan umum, ketika kita mulai merasakan pentingnya kendaraan umum bagi keseharian, kita akan mulai menjadi pengguna yang kritis. Kita akan menjaga kebersihan kendaraan umum, mulai mengajak orang lain menjadi pengguna yang baik, mungkin kita akan mulai memperjuangkan nasib kendaraan umum kita. I have a dream, to have mas-mas kondektur yang cakep. Boleh dong…..
  4. Mari melakukan daur ulang. Saya jujur belum rutin melakukan ini karena keterbatasan belum punya rumah sendiri. Tapi saya sudah punya cetak biru untuk toilet kompos tanpa air (jadi hajat kita ditutupi bahan pembuat kompos sehingga jadi pupuk dan tidak menggunakan air untuk pembuangan), sistem kompos limbah dapur atau bokashi, dan lain-lain. Untuk sekarang? Yah kalau kita lihat ada tempat sampah yang dipisah jenisnya, ya patuhi.
  5. Mulai menjalani diet ramah lingkungan. Saya mulai tidak mengkonsumsi daging merah dan unggas serta sebisa mungkin tidak mengkonsumsi produk hewan seperti susu dan telur. Kenapa ini penting untuk Bumi? Karena industri peternakan di seluruh dunia membutuhkan energi dan sumber daya alam yang teramat besar sehingga mampu menjadi salah satu penyebab global warming. Separah itu? Percayalah teman, separah itu.
  6. Hemat air dan listrik. Hal ini tentu sudah jamak dimengerti orang ya. Hemat listrik dan air berarti hemat energi dan melestarikan sumber daya alam kita. Matikan lampu sebelum tidur, cabut alat-alat elektronik kalau tidak digunakan karena listrik tetap terserap walau tidak digunakan, dan lain sebagainya. Ayo kita mulai cari tahu.
  7. Gunakan ploduk-ploduk…eh maaf produk-produk Indonesia. Transportasi barang dari satu tempat ke tempat lain membutuhkan energi dan hampir semuanya menggunakan energi fosil. Bayangkan betapa banyaknya carbon footprint yang kita ciptakan ketika belanja online sepatu Croc model terbaru dari AS. Sebenarnya saya juga sering masih tergoda. Pelan-pelan ya teman….
  8. Menanam pohon. Ini adalah kesukaan saya. Memang di kota-kota besar, lahan sudah semakin sedikit. Namun tidak ada salahnya jika kita punya sebidang lahan untuk mulai menanaminya dengan paru-paru bumi ini.

Bagaimana denganmu? Ada tips-tips seru untuk melestarikan alam? Beri tahu saya di komentar ya. Good luck! 😀

Tulisan ini disumbangkan untuk situs Si-Nergi

Sumber: Wikipedianationalgeographic.co.idliputan6.com, compostguy.com

Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s