Posted in Uncategorized

Gas PGN Murah, Warga Perumnas Klender Sumringah

Sudah 10 tahun lebih warga Perumnas Klender-Jakarta Timur menikmati program PT. PGN untuk jaringan pipa gas bumi untuk sektor rumah tangga. Namun, baru ketika berkunjung ke rumah seorang teman di Perumnas Klender saya mengetahui adanya fasilitas tersebut. Fasilitas ini merupakan jaringan gas rumah tangga yang dapat diakses oleh tiap rumah yang masuk kedalam wilayah jaringan pipa gas tersebut. Sehingga tiap rumah dapat mengakses distribusi gas alam tanpa harus membeli isi ulang tabung gas lagi.

Teman saya tersebut menunjukkan pipa gas yang tersambung dari kompor gasnya ke jaringan gas yang memungkinkan rumahnya selalu mendapatkan pasokan gas. Keluarganya hanya perlu membayar biaya gas tiap bulannya. Dia bertanya apakah rumah saya sudah mengunakan gas rumah tangga dari PGN. Saya jawab belum, dan jujur saya tidak tertarik. Dalam pikiran saya, jaringan gas tersebut tidak aman. Teman saya tersebut memastikan bahwa keluarganya sudah lama memakai gas PGN dan terbukti aman serta murah. Mungkin saat itu saya adalah salah satu dari banyak orang yang belum mendapatkan informasi yang cukup.

Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso mengungkapkan bahwa, program ini dilaksanakan guna meningkatkan penggunaan bahan bakar gas dan menekan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Selain itu, diharapkan para pengguna dapat jauh lebih nyaman dengan penggunaan gas dari pipa.

Program dari PT. PGN (Persero) ini bertujuan untuk membangun jaringan gas bumi untuk 1 juta rumah tangga di wilayah DKI Jakarta. Penggunaan gas dari aliran pipa di setiap rumah dianggap menguntungkan terutama dari segi ekonomi, karena membuat pengguna dapat berhemat.

Karina, teman saya tersebut yang juga merupakan warga Perumnas Klender mengakui kepraktisan dan faktor ekonomis dari penggunaan gas alam PT. PGN ini.

“Sejak pakai gas nasional, persediaan gas selalu ada dan mencukupi. Biaya yang dikeluarkan setiap bulannya lebih murah dari memakai gas tabung.” ujarnya.

Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta mengatakan biaya penggunaan gas jaringan pipa dibanding dengan yang dibeli dari tabung lebih murah. Selain itu, kebocoran gas yang kerap terjadi dari  penggunaan gas tabung jarang ditemui pada gas dari jaringan pipa.

“Dengan memakai gas dari pipa, pengguna hanya mengeluarkan biaya Rp 40 ribu per bulan. Dengan tabung,  pengguna setidaknya harus membayar Rp 70 ribu per bulan,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta Haris Pindratno, Selasa (14/10).

Sumber: RepublikaBNI Securities
Artikel disumbangkan untuk si-nergi.id
Advertisements

Author:

Little universe in the big universe having a journey with other universes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s